(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Senin siang ini (7/9), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau kembali menguat, melepaskan loss dari sesi paginya, sementara dollar AS di pasar Asia merangkak naik setelah menguat di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS siang melemah 0,10% atau 17 poin ke level Rp 17.650 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.633. Rupiah terpantau terkoreksi dari area hampir 4 bulan tertingginya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka menguat ke Rp 17.631 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp17.655, dan terakhir siang ini WIB terpantau di posisi Rp17.650.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia merangkak naik setelah menguat di sesi global sebelumnya, menjauhi seminggu terendahnya ditopang oleh bertambahnya tekanan inflasi dari melejitnya harga minyak dunia yang akan mendorong kenaikan suku bunga the Fed segera.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, siang hari WIB ini naik tipis ke 99,18, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 99,16.
Sementara itu, IHSG Senin di akhir sesi pertama terpantau melemah terbatas 8,286 poin (0,12%) ke level 6.628,189, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed oleh rilis NFP yang kuat dan memicu prediksi the Fed mempercepat kenaikan suku bunganya, dan tensi panas geopolitik Timur Tengah, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan dalam koreksi oleh kekhawatiran pasar atas the Fed yang akan hawkish.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Asia beranjak naik. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp17.855 – Rp17.600.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting







