IHSG Senin Ditutup Melemah ke Level 6.619; Profit Taking Terbatas dari Rally Sebelumnya

61
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Senin sore ini (7/9), terpantau melemah 16,802 poin (0,25%) ke level 6.619,673 setelah dibuka naik ke level 6.652.091.

IHSG bergerak terkoreksi profit taking di hari keduanya di bawah area 4 bulan tertingginya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed oleh rilis NFP yang kuat dan memicu prediksi the Fed mempercepat kenaikan suku bunganya, dan tensi panas geopolitik Timur Tengah, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan dalam koreksi oleh kekhawatiran pasar atas the Fed yang akan hawkish.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini mendatar dengan melemah tipis 0,01% atau 2 poin ke level Rp 17.635, dengan dollar AS di pasar uang Eropa menurun setelah menguat di sesi global sebelumnya, menghampiri 1,5 minggu terendahnya oleh menguatnya yen Jepang di antara investor juga mengamati tekanan inflasi AS dari melejitnya harga minyak dunia yang akan mendorong kenaikan suku bunga the Fed segera.

Rupiah melandai dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.633, serta terpantau tertahan di sekitar area hampir 4 bulan tertingginya.

Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau menguat 15,616 poin (0,24%) ke level 6.652.091. Sedangkan indeks LQ45 naik 1,430 poin (0,22%) ke level 659,020. Siang ini melemah 8,286 poin (0,12%) ke level 6.628,189. Sementara LQ45 terlihat turun 1,740 poin (0,26%) poin ke level 655,850.

IHSG kemudian bertahan di zona merah dan ditutup melemah 16,802 poin (0,25%) ke level 6.619,673. Sementara LQ45 terlihat turun 0,79% atau 5,210 poin ke level 657,850. Tercatat saat ini sebanyak 281 saham naik, 332 saham turun dan 179 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang naik 2,12%, dan Hang Seng yang turun 0,93%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini tertahan profit taking di bawah area 4 bulan tertingginya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed oleh prediksi the Fed mempercepat kenaikan suku bunganya, dan tensi geopolitik Timur Tengah, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan dalam koreksi oleh the Fed akan hawkish.

Berikutnya IHSG kemungkinan tertahan sekitar fase konsolidasi sementara, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.787 dan 7.002. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,373 dan bila tembus ke level 6,230.

 

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group