(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Selasa sore ini (8/9), nilai tukar rupiah terhadap dollar berakhir menguat, mengurangi sebagian gain dari sesi siangnya, sementara dollar AS di pasar Eropa menangkak naik setelah melemah di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS sore menguat 0,06% atau 10 poin ke level Rp 17.625 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.635. Rupiah terpantau bertengger di level 4 bulan tertingginya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka menguat ke Rp 17.631 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp17.635, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp17.625.
Menguatnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Eropa menangkak naik setelah melemah di sesi global sebelumnya, masih di sekitar 2 minggu terendahnya oleh rally yen Jepang ke-6 bulan tertingginya di antara pasar AS yang sepi karena libur.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, sore hari WIB ini naik ke 98,97, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 98,90.
Sementara itu, IHSG Selasa di akhir sesi terpantau menguat 55,277 poin (0,84%) ke level 6.674,950, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed di tengah tensi panas geopolitik Timur Tengah dan harga minyak dunia yang melaju, serta mencermati Wall Street yang semalam libur.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini melemah, dengan dollar di pasar Eropa beranjak turun. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp17.855 – Rp17.600.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting







