(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Selasa sore ini (8/9), terpantau menguat cukup signifikan 66,769 poin (1,01%) ke level 6.686,442 setelah dibuka naik ke level 6.639.511.
IHSG bergerak rebound kuat mencapai area 17 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed melemah di tengah tensi panas geopolitik Timur Tengah dan harga minyak dunia yang melaju, serta mencermati Wall Street yang semalam libur.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini menguat 0,06% atau 10 poin ke level Rp 17.625, dengan dollar AS di pasar uang Eropa menurun setelah melemah di sesi global sebelumnya, beredar di sekitar 2 minggu terendahnya oleh rally yen Jepang ke-6 bulan tertingginya di antara pasar AS yang sepi karena libur.
Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.635, serta terpantau bertengger di level 4 bulan tertingginya.
Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau menguat 19,838 poin (0,30%) ke level 6.639.511. Sedangkan indeks LQ45 naik 1,310 poin (0,20%) ke level 657,730. Siang ini menguat 55,277 poin (0,84%) ke level 6.674,950. Sementara LQ45 terlihat naik 5,320 poin (0,81%) poin ke level 661,740.
IHSG kemudian menambah gain dan ditutup menguat 66,769 poin (1,01%) ke level 6.686,442. Sementara LQ45 terlihat turun 0,79% atau 5,210 poin ke level 657,850. Tercatat saat ini sebanyak 363 saham naik, 244 saham turun dan 185 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau bias melemah, di antaranya Nikkei yang merosot 1,70%, dan Hang Seng yang turun 0,38%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini rebound mencapai area 17 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed melemah di tengah tensi panas geopolitik Timur Tengah dan harga minyak yang melaju, serta mencermati Wall Street yang semalam libur.
Berikutnya IHSG kemungkinan masih melanjutkan uptrend-nya, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.787 dan 7.002. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,373 dan bila tembus ke level 6,230.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group






