Harga CPO Selasa Naik Terpicu Kekhawatiran Gangguan Produksi

43
cpo sawit

(Vibiznews – Commodity) – Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah atau CPO di Bursa Malaysia Derivatives terpantau melanjutkan reli kenaikan selama tiga hari beruntun pada perdagangan hari ini, Selasa (8/9/2026). Kontrak berjangka CPO paling aktif untuk pengiriman November naik 0,74 persen ke level RM5.015 per metrik ton, mendekati level tertinggi komoditas ini sejak akhir Desember 2024.

Lonjakan harga CPO di pasar berjangka global hari ini utamanya digerakkan oleh kekhawatiran gangguan produksi akibat ancaman cuaca ekstrem. Pasar bergerak menguat karena kekhawatiran cuaca akibat El Nino yang terus berlanjut, ditambah penguatan harga minyak kedelai di pasar global. Selain itu, kekhawatiran kabut asap akibat kebakaran hutan di wilayah Indonesia turut memicu spekulasi penurunan output produksi sawit dalam jangka pendek, sehingga menambah kekhawatiran pelaku pasar terhadap ketatnya pasokan ke depan.

Penguatan harga CPO turut ditopang oleh menguatnya harga minyak nabati saingan di bursa global. Di Bursa Komoditas Dalian, kontrak minyak kedelai naik 0,46 persen dan kontrak minyak sawit olahan melonjak hingga 1,6 persen, yang secara otomatis mendongkrak daya tarik harga CPO sebagai alternatif bagi para pembeli minyak nabati dunia. Sentimen ini turut diperkuat oleh efek lonjakan harga minyak mentah dunia, di mana ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran di Selat Hormuz membuat harga minyak mentah jenis Brent kokoh di atas US$97 per barel. Penguatan harga minyak mentah tersebut membuat CPO menjadi pilihan bahan baku biodiesel yang lebih menarik, mengingat harga energi fosil yang tinggi turut mendongkrak daya saing bahan bakar nabati berbasis sawit.

Prospek penyerapan CPO dalam jangka panjang juga tetap dinilai solid seiring ekspektasi implementasi program biodiesel bermandat tinggi, seperti rencana mandat B50 di Indonesia. Langkah ini diyakini akan membatasi volume pasokan sawit yang tersedia untuk pasar ekspor global, sehingga turut menopang sentimen bullish jangka panjang. Sentimen positif pasar juga didukung oleh keputusan pemerintah Indonesia yang menaikkan Harga Referensi CPO untuk periode September 2026 menjadi US$1.007,51 per metrik ton, mencerminkan tren penguatan harga fisik sawit di tingkat produsen utama dunia.