Indeks Kospi Selasa Berakhir Turun Akibat Profit Taking

49
kospi
kospi

(Vibiznews – Index) Bursa saham Korea Selatan ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Selasa, 8 September 2026, setelah gagal mempertahankan lonjakan tajam yang sempat terjadi di awal sesi.

Indeks acuan Korea Composite Stock Price Index (Kospi) ditutup melemah 0,58 persen dan berakhir pada level 6.954,52. Indeks sebenarnya sempat melesat kuat di awal sesi hingga berhasil menembus level psikologis 7.171, namun berbalik arah menjelang akhir perdagangan akibat aksi jual massal yang menggerus sebagian besar keuntungan awal sesi.

Faktor utama yang membalikkan arah KOSPI hari ini adalah tekanan jual dari investor domestik. Bursa saham Korea Selatan terpaksa melepaskan sebagian besar keuntungan awal setelah investor ritel meningkatkan aksi jual menjelang penutupan sesi, dengan melepas saham senilai USD 2,3 miliar.

Di awal perdagangan, KOSPI sempat dipicu oleh sentimen positif seputar cip memori global. Harapan bahwa model kecerdasan buatan teranyar, GPT-6 Astra dari OpenAI, akan mendongkrak permintaan memori sempat membuat saham raksasa teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix melesat di sesi pagi. Namun, keuntungan tersebut terpangkas drastis di akhir hari seiring meluasnya sikap kehati-hatian pasar.

Investor cenderung defensif dan mengamankan dana menjelang rilis data inflasi penting Amerika Serikat pekan ini. Terlebih lagi, ketegangan geopolitik yang terus berlanjut antara AS dan Iran di Selat Hormuz memicu lonjakan harga komoditas energi, menimbulkan kecemasan akan risiko inflasi global yang berkepanjangan.

Meski demikian, kejatuhan KOSPI hari ini tidak sedalam indeks regional lain seperti Nikkei Jepang, karena masih ditopang oleh aksi beli investor institusi. Institusi memanfaatkan koreksi tajam KOSPI selama beberapa pekan terakhir untuk melakukan aksi bargain hunting atau berburu saham berharga murah, sehingga turut menahan laju pelemahan indeks lebih dalam pada penutupan perdagangan hari ini.