(Vibiznews – Index) Indeks Nikkei Jepang ditutup melemah tipis pada perdagangan hari ini, Rabu, 9 September 2026, setelah sempat berbalik menguat pada sesi pagi namun gagal mempertahankan posisinya dan tergelincir kembali ke zona merah menjelang akhir perdagangan akibat maraknya aksi ambil untung.
Indeks Nikkei 225 ditutup melemah 126,55 poin, atau turun 0,19%, dan berakhir di level 65.142,78. Sepanjang sesi perdagangan hari ini, pergerakan indeks tercatat cukup fluktuatif. Bursa saham Tokyo sempat berbalik menguat hingga naik 0,6% ke atas level 65.600 pada sesi pagi, didorong oleh reli saham teknologi dan perbaikan sentimen manufaktur, sebelum akhirnya kehilangan momentum dan tergelincir ke zona merah menjelang penutupan.
Pemicu utama penurunan indeks di akhir sesi adalah aksi ambil untung oleh para pelaku pasar, setelah saham-saham unggulan dinilai sudah mencatat kenaikan jangka pendek yang cukup. Sektor farmasi memimpin pelemahan dengan saham Kyowa Kirin terjun 5,88%, disusul oleh emiten teknologi hiburan Nintendo yang merosot 3,99%.
Meski demikian, koreksi Nikkei hari ini berhasil diredam dari kejatuhan yang lebih dalam berkat pulihnya kepercayaan investor pada sektor cip. Adanya peningkatan permintaan semikonduktor yang kuat serta sentimen manufaktur Jepang yang membaik menopang pemulihan saham-saham berbasis kecerdasan buatan di sesi awal perdagangan.
Dari sisi mata uang, nilai tukar dolar AS terhadap yen bergerak di kisaran 153,33 yen per dolar AS. Tren penguatan nilai tukar mata uang yen dalam beberapa sesi terakhir tetap menjadi faktor krusial yang diawasi pasar, karena dapat menekan prospek konversi pendapatan luar negeri korporasi eksportir besar Jepang.
Di sisi lain, ketakutan geopolitik global turut membayangi pasar. Tensi militer yang memanas di Timur Tengah mendorong harga minyak mentah dunia jenis Brent mendekati ambang psikologis USD 100 per barel. Lonjakan komoditas energi ini memicu kekhawatiran persisten mengenai potensi terhambatnya pemangkasan suku bunga oleh bank sentral global akibat ancaman inflasi baru, sehingga turut membatasi ruang gerak indeks pada penutupan hari ini.








