Indeks Kospi Senin Ditutup Merosot Tajam; Saham Teknologi Terjun

29
kospi

(Vibiznews – Index) Bursa saham Korea Selatan mengalami keterpurukan pada penutupan perdagangan hari ini, Senin, 14 September 2026. Indeks KOSPI ditutup merosot tajam, dengan indeks langsung dibuka melemah di bawah level psikologis 6.700 akibat gelombang aksi jual masif oleh investor asing dan institusi domestik yang mencapai triliunan won.

Indeks acuan Korea Composite Stock Price Index (Kospi) ditutup anjlok 225,54 poin, atau merosot 3,26 persen, dan berakhir pada level 6.684,37. Hari ini juga bertepatan dengan implementasi kebijakan baru Korea Exchange yang memperpanjang jam perdagangan bursa hingga pukul 20.00 waktu setempat untuk menarik likuiditas global. Namun, hari pertama uji coba ini justru disambut oleh tekanan jual yang berat.

Sentimen terburuk datang setelah para eksekutif puncak kecerdasan buatan di Amerika Serikat, termasuk pimpinan Anthropic dan OpenAI, menyuarakan perlunya memperlambat laju pengembangan model AI paling canggih demi keamanan. Pernyataan ini langsung memicu kekhawatiran global bahwa permintaan terhadap cip memori generasi baru akan melambat.

Karena pasar saham Korea Selatan sangat bergantung pada sektor teknologi, aksi jual global pada sektor AI langsung menghantam saham-saham berbobot besar. Saham Samsung Electronics ambruk 4,05 persen ke level 249.000 won, sementara mitranya, SK Hynix, jatuh lebih dalam sebesar 6,35 persen ke level 1.697.000 won.

Investor juga bersikap sangat defensif menjelang pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve AS dan Bank of Japan pekan ini, di tengah kekhawatiran pengetatan moneter yang berkepanjangan serta potensi kenaikan suku bunga lanjutan dari BOJ yang memicu penyesuaian likuiditas regional. Ketegangan geopolitik yang memanas antara AS dan Iran, ditambah dengan penutupan pipa minyak darurat East-West milik Arab Saudi akibat serangan drone, turut mendorong harga minyak mentah Brent melonjak di atas USD 109 per barel. Sebagai negara pengimpor energi yang besar, lonjakan biaya energi ini memperburuk prospek inflasi domestik Korea Selatan.

Berdasarkan data Korea Exchange, investor asing mencatatkan penjualan bersih bernilai jumbo mencapai 3,29 triliun won, sementara institusi lokal turut melepas 1,17 triliun won. Meskipun investor ritel individu mencoba menyerap dengan melakukan aksi beli, jumlahnya tidak mampu menahan tekanan penurunan indeks. Dengan jam perdagangan baru bursa Korea yang kini meluas hingga malam hari, volatilitas pasar diperkirakan masih akan dinamis mengikuti pergerakan bursa Eropa dan pra-pasar AS pada sesi-sesi mendatang.