(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Kamis siang ini (17/9), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah, menambah loss dari sesi paginya, sementara dollar AS di pasar Asia turun setelah menguat 5 hari di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS siang ini melemah 0,40% atau 70 poin ke level Rp 17.745 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.675. Rupiah terpantau tertekan di hari keenam di level 2 minggu terendahnya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 17.707 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp17.745, dan terakhir siang ini WIB terpantau di posisi Rp17.745.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia turun setelah menguat 5 hari di sesi global sebelumnya, tertahan dari rally ke 7 minggu tertingginya setelah kenaikan suku bunga the Fed 25 bps dan posisi the Fed yang akan hawkish.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, siang hari WIB ini turun ke 100,28, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 100,34.
Sementara itu, IHSG Kamis di akhir sesi pertama terpantau menguat 26,757 poin (0,42%) ke level 6.463,610, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed setelah kenaikan suku bunga the Fed dan harga minyak dunia yang agak menurun namun masih tinggi di atas $100, serta mencermati Wall Street yang semalam terkoreksi oleh the Fed yang hawkish.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Asia beranjak turun. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp17.773 – Rp17.500.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting







