Rekomendasi Harga Minyak 6 Oktober 2026 : Tertekan Peningkatan Pasokan

125

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah ditutup turun pada hari Senin setelah ekspor minyak Timur Tengah meningkat dan G7 menyepakati pelepasan cadangan darurat.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS ditutup turun 1,84% pada $89,43 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent ditutup turun 2,05% pada $100,32 per barel.

Harga minyak turun pada hari Senin setelah ekspor minyak mentah Timur Tengah meningkat dan G7 berjanji menambah pasokan, meski penurunan tertahan oleh kekhawatiran gangguan akibat perang AS dengan Iran. Data pengiriman menunjukkan ekspor minyak mentah Timur Tengah berada di atas level sebelum perang pada empat dari tujuh hari di pekan terakhir September, meskipun kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz masih diserang. Laporan JPMorgan menambahkan bahwa volume distribusi minyak mentah kembali ke 17,5 juta barel per hari, atau 98% dari kapasitas sebelum perang.

Pada hari Jumat, negara-negara G7 sepakat melepas 100 juta barel minyak mentah dan diesel dari cadangan darurat, serta berjanji tidak membatasi ekspor energi setelah mendapat tekanan dari Presiden AS Donald Trump.

Tekanan pada harga juga datang dari Arab Saudi. Saudi Aramco memangkas harga jual Arab Light bulan November untuk pembeli Asia menjadi $5 per barel di bawah acuan regional, lebih dalam dari diskon $2 pada bulan Oktober. Langkah ini mengindikasikan persaingan pangsa pasar yang menguat seiring pulihnya aliran minyak melalui Selat Hormuz.

Meski demikian, penurunan harga minyak tertahan oleh risiko geopolitik yang belum reda. Konflik AS-Israel dengan Iran masih berlanjut dan kekhawatiran kerusakan lebih lanjut pada infrastruktur minyak di kawasan Teluk masih membayangi pasar. Cadangan minyak mentah strategis AS turun ke 283 juta barel, level terendah sejak Oktober 1982. Harga gasoil berjangka ICE juga naik lebih dari 2% ke $1.390,25 per barel, yang menunjukkan pasokan produk olahan masih ketat.

Dari sisi moneter, pasar saat ini memperkirakan peluang 82% The Fed menahan suku bunga pada Oktober, namun masih membuka kemungkinan kenaikan di Desember karena inflasi dan harga minyak yang tinggi. Kondisi ini menjadi faktor penahan bagi harga komoditas.
vietnam

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak masih cenderung tertekan oleh pemulihan ekspor Timur Tengah, pelepasan cadangan G7, dan pemangkasan harga jual Saudi. Namun jika ketegangan AS-Iran di sekitar Selat Hormuz kembali meningkat atau serangan terhadap kapal tanker berlanjut, harga minyak berpotensi kembali naik.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $88,15-$86,88. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $91,29-$93,16.

Harga minyak mentah berjangka Brent diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $98,92-$97,52. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $102,56-$104,80.