Harga Minyak Brent di Asia Naik ke Atas $110 Akibat Serangan Drone ke Ladang Saudi Aramco

143
harga minyak
Photo Vibizmedia

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah acuan dunia untuk jenis Brent melonjak tinggi di atas kisaran $110 per barel masuki perdagangan komoditas sesi Asia hari Kamis (22/10/2026)

Harga spot minyak mentah Brent  berada di  posisi $110,08 atau melonjak 1,15%, demikian untuk kontrak berjangka bulan Desember 2026 yang paling banyak diperdagangkan di ICE AS naik 0,03% menjadi $108,82 per barel.

Harga minyak Brent alami kenaikan setelah serangan pesawat nirawak (drone) terhadap ladang minyak Shaybah milik Saudi Aramco menewaskan dua orang.

Insiden ini menyoroti meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan memicu kekhawatiran akan gangguan lebih lanjut terhadap pasokan energi.

Amerika Serikat juga telah memerintahkan sebagian personel dan anggota keluarga mereka untuk meninggalkan kedutaan besar AS di Arab Saudi.

Sementara itu, Ukraina melancarkan serangan drone berskala besar ke Rusia minggu ini, dengan menyasar infrastruktur minyak vital. Langkah ini mengisyaratkan niat Kyiv untuk mencegah Moskow memperluas ekspor diesel, yang sebelumnya diatur dalam kesepakatan antara Presiden Trump dan Presiden Putin.

Meski demikian, kenaikan harga minyak lebih lanjut mungkin akan tertahan oleh meningkatnya pengiriman minyak mentah dari Timur Tengah, dengan arus ekspor yang kini mendekati tingkat sebelum perang.

Ekspor minyak mentah Arab Saudi meningkat sebesar 7,9% pada bulan Agustus, mencapai level tertinggi sejak Maret. Rusia juga diperkirakan akan mengirimkan pasokan diesel pertamanya ke Amerika Serikat pada hari Kamis.

Untuk pergerakan selanjutnya harga minyak Brent berusaha mendaki menuju posisi  $110.50,  jika termbus akan melaju ke kisaran $110.90 – $111.40.

Namun jika bergerak negatif akan dapat terkoreksi  ke  posisi  $109.10, dan jika tembus akan meluncur ke kisaran $108.80 – $107.10.