IHSG Kamis Siang Menguat ke Level 5.404

73

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis siang ini (22/10) terpantau menguat 75,75 poin (1,42%) ke level 5.404 setelah dibuka turun ke level 5.247 dan sempat menyentuh titik terendah di 5.185,52.

IHSG bergerak rebound di hari ketiga setelah sempat tertekan jual pada awal perdagangan dan berbalik menguat ditopang kenaikan sejumlah saham perbankan. Indeks ditutup di 5.328,36 pada perdagangan Rabu (21/10), melanjutkan rebound 5,65% di sesi sebelumnya sehingga indeks bertahan jauh di atas level terendahnya awal pekan. Sementara itu, pelaku pasar mencermati keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan, serta pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait ancaman penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan hari ini melemah 0,07% atau 13 poin ke level Rp18.035, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp18.022. Rupiah tertekan setelah BI mempertahankan suku bunga di 5,75%, meski tekanan di pasar ekuitas mulai mereda. Di sisi lain, kurs acuan JISDOR menguat 0,11% menjadi Rp17.986 dari Rp18.006. Dari sisi eksternal, indeks dollar AS melemah 0,14% ke level 101,65 karena pasar mempertimbangkan kembali risiko inflasi AS akibat harga minyak dan menanti pertemuan The Fed pekan depan.

Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau melemah ke level 5.247,98 (turun 1,51%), sementara indeks LQ45 turun 1,95% ke level 525,30. IHSG sempat menyentuh level terendah 5.185,52 sebelum berbalik arah. Menjelang pukul 10.00 WIB indeks menanjak dan mencapai level tertinggi harian di 5.405. Pada pukul 09.50 WIB tercatat 381 saham menguat, 225 saham melemah, dan 167 saham stagnan. Dari sisi sektor, energi melonjak 2,7%, diikuti industri naik 1,1% dan konsumer kritikal naik 1,05%. Sementara itu, saham BBCA sempat melemah 0,95% ke Rp5.225.

Meski rebound, tekanan jangka menengah masih terasa. IHSG masih melemah 8,61% dalam lima hari perdagangan terakhir, dengan net foreign sell Rp92,09 triliun sepanjang 2026. Bursa kawasan Asia pagi ini bergerak mixed cenderung melemah.

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini berhasil rebound dari level 5.185 dan menguji area psikologis 5.400, ditopang perbankan dan sektor energi, sementara bursa kawasan Asia umumnya mixed bias melemah di tengah kekhawatiran inflasi global dan kenaikan harga minyak.

Berikutnya IHSG kemungkinan masih volatil dengan potensi aksi ambil untung di area 5.400. Resistance berada di level 5.470 dan 5.615. Sedangkan bila menemui tekanan jual, support ke level 5.185 dan bila tembus ke level 5.040.