Rupiah Jumat Siang Melemah ke Level Rp18.079/USD; Dolar AS Sesi Asia Menguat

110
Uang Beredar Tumbuh Meningkat
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Jumat siang ini (23/10), nilai tukar rupiah terhadap dollar AS terpantau melemah, memperpanjang tekanan di sesi sebelumnya dan bergerak semakin jauh di atas level psikologis Rp18.000. Dollar AS di pasar Asia cenderung menguat di tengah meningkatnya sentimen penghindaran risiko global.

Rupiah terhadap dollar AS siang ini melemah 0,11% atau 19 poin ke level Rp18.079 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp18.060. Rupiah terpantau terkoreksi di hari ketiga berturut-turut, sementara secara kumulatif sejak akhir 2025 rupiah telah melemah sekitar 7,70% terhadap dollar AS.

Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp18.070, kemudian bergerak terkoreksi ke Rp18.079, dan terakhir siang ini WIB terpantau di posisi Rp18.079.

Melemahnya rupiah terjadi seiring meningkatnya sentimen risk-off global akibat kekhawatiran terhadap kecerdasan buatan (AI), eskalasi geopolitik di Timur Tengah, dan memburuknya kondisi fiskal Prancis. Di dalam negeri, rupiah masih dibayangi aksi jual bersih (net sell) investor asing serta kenaikan harga minyak mentah dunia. Bank Indonesia menyebut penguatan dollar AS didorong yield US Treasury yang bertahan di atas 5% dalam waktu lama, sehingga persepsi investor terhadap negara berkembang, termasuk Indonesia, berkurang.

Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, pagi hari WIB ini naik tipis 0,03% ke level 101,635. Sementara itu, mata uang Asia bergerak bervariasi, dengan won Korea Selatan dan peso Filipina menguat, sedangkan ringgit Malaysia melemah 0,10%.

Sementara itu, IHSG Jumat di sesi pertama terpantau menguat sekitar 1,7% ke kisaran level 5.419, setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sikap tegas terkait isu MSCI. Penguatan IHSG menjadi penopang sentimen domestik, meski belum cukup untuk menahan pelemahan rupiah.

Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan rupiah masih tertekan sentimen global dan aksi jual asing. Rupiah terhadap dollar seminggu ke depan terlihat akan berada dalam rentang antara Rp18.000 – Rp18.200.