Rekomendasi Harga Kakao 23 Oktober 2026

113

(Vibiznews – Commodity) Harga kakao berakhir anjlok pada hari Kamis, 22 Oktober 2026, seiring dengan meningkatnya persediaan kakao di ICE serta munculnya aksi jual teknikal setelah harga menyentuh level terendah baru dalam dua minggu terakhir.

Kontrak berjangka kakao acuan Desember di bursa ICE New York ditutup anjlok 261 poin atau 4,47%, pada $5.582 per ton.

Persediaan kakao di ICE terus meningkat sejak awal tahun, mencapai level tertinggi dalam 2,5 tahun terakhir, yakni sebanyak 3.635.354 kantong pada hari Rabu.

Di sisi lain, harga kakao mendapatkan dukungan dari berkurangnya pengiriman kakao di Pantai Gading. Data pemerintah Pantai Gading pada hari Senin menunjukkan bahwa para petani telah mengirimkan 78.212 metrik ton (MT) kakao ke pelabuhan selama musim pemasaran ini (1 Oktober hingga 18 Oktober), turun 41% dibandingkan dengan 133.209 MT yang dikirimkan pada periode yang sama tahun lalu.

Data permintaan kakao terkini menunjukkan hasil yang beragam. National Confectioners Association melaporkan pada hari Kamis lalu bahwa volume penggilingan kakao di Amerika Utara pada kuartal ketiga secara tak terduga turun 2,5% secara tahunan (y/y) menjadi 109.978 MT—lebih lemah dari ekspektasi yang memperkirakan tidak ada perubahan. Sebaliknya, Cocoa Association of Asia melaporkan bahwa volume penggilingan kakao di Asia pada kuartal ketiga melonjak 29% (y/y) mencapai rekor 233.767 MT, jauh melampaui ekspektasi kenaikan sebesar 15% (y/y). European Cocoa Association juga melaporkan bahwa volume penggilingan kakao di Eropa pada kuartal ketiga secara tak terduga naik 3,2% menjadi 348.215 MT, berbanding terbalik dengan ekspektasi penurunan sebesar 3,9% (y/y).

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kakao berpotensi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan konsolidasi, di tengah tarik-menarik antara pengiriman Pantai Gading yang lebih kecil serta risiko El Niño, melawan tingginya stok gudang dan lemahnya permintaan Amerika Utara. Apabila aksi ambil untung dan sentimen tingginya inventaris mendominasi, harga kakao berpeluang terkoreksi untuk menguji area support di kisaran 5.476 hingga 5.370 dolar AS per metrik ton. Sebaliknya, apabila kekhawatiran pasokan dan cuaca Afrika Barat tetap menjadi sorotan, harga berpeluang melanjutkan penguatan menguji area resistance di kisaran 5.759 hingga 5.936 dolar AS per metrik ton.