Rekomendasi Harga Kopi Arabika 28 Oktober 2026

65

(Vibiznews – Commodity) Harga kopi arabika berakhir anjlok pada hari Selasa, 27 Oktober 2026, memperpanjang pelemahan sesi sebelumnya, tertekan kekhawatiran bahwa eksportir Brasil akan meningkatkan penjualan setelah real Brasil terpuruk tajam.

Harga kopi arabika berjangka kontrak Desember 2026 ditutup turun 7,20 poin atau 2,39% ke level $293,75 per pon, menambah penurunan 2,11% pada Senin ke 300,95. Sementara itu, harga kopi robusta kontrak November 2026 ditutup naik 46 poin atau 1,44%.

Real Brasil anjlok 8,8% terhadap dolar AS pada hari Senin, sebelum pulih 1,3% pada Selasa. Pelemahan real mendorong eksportir menjual lebih banyak kopi karena memperoleh harga dolar yang lebih tinggi, sehingga menambah tekanan pada harga arabika.

Faktor teknikal dan stok juga membebani harga. Pada Jumat, 23 Oktober, harga ditutup turun 1,60% ke 307,45 akibat aksi likuidasi posisi beli setelah reli pertengahan Oktober dan ekspektasi kenaikan stok ICE. Stok arabika bersertifikat ICE naik 4.847 karung ke 239.748 karung pada 21 Oktober dari level terendah 5 pekan di 234.901 karung, dan hampir 28.000 karung sedang menunggu proses grading, tertinggi dalam lebih dari sebulan.

Kondisi cuaca di Brasil juga bearish bagi harga. Somar Meteorologia melaporkan curah hujan di Minas Gerais, sentra arabika utama Brasil, mencapai 48,6 mm atau 148% dari rata-rata historis pada pekan yang berakhir 18 Oktober. Hujan di atas normal pada fase pembungaan yang krusial dapat mendukung panen musim 2026/27. USDA memperkirakan produksi kopi dunia 2026/27 naik 6% ke rekor 189,7 juta karung, sementara Conab memperkirakan produksi kopi Brasil 2026 mencapai rekor 67,6 juta karung dan International Coffee Organization (ICO) memproyeksikan surplus global 3 juta karung pada musim 2025/26.

Di sisi lain, stok ICE yang masih hanya sedikit di atas rekor terendah dalam 27 tahun di 217.646 karung (15 September) menjadi faktor penopang. Pasokan Kolombia, produsen arabika terbesar kedua dunia, juga ketat setelah produksi 2025/26 turun 15% secara tahunan menjadi 12,65 juta karung. Ancaman El Niño terhadap pembungaan tanaman Brasil tetap membayangi.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan hari ini, harga kopi arabika masih cenderung tertekan seiring real Brasil yang lemah, penjualan eksportir, dan bertambahnya stok ICE. Namun, setelah penurunan beruntun, peluang aksi beli teknikal dan rebound real Brasil membuat ruang koreksi naik tetap terbuka, sehingga volatilitas harga diperkirakan sangat tinggi. Harga kopi arabika diperkirakan bergerak menekan area Support di kisaran 287,00 hingga 280,00. Namun apabila muncul aksi beli merespons rendahnya stok bursa atau pemulihan real Brasil, harga berpeluang naik menuju area Resistance di 300,00 hingga 306,00.