(Vibiznews – Index) – Bursa saham Korea Selatan mencatatkan penurunan selama dua sesi berturut-turut seiring dengan kekhawatiran terkait kecerdasan buatan (AI) yang membebani sentimen investor pada perdagangan hari Jumat (30/10/2026).
Indeks harian Kospi turun kembali dari posisi 6000 poin dan retreat dari posisi tertinggi dalam 2 pekan. Namun secara mingguan indeks mencatat kenaikan 3% lebih setelah 4 pekan berturut di teritori negatif.
Penurunan harga saham Kospi ini menyusul pelemahan di Wall Street semalam yang dipimpin oleh saham-saham sektor teknologi setelah harga saham Alphabet merosot lebih dari 12%.
Lihat: Kekhawatiran Investasi AI Seret Wall Street; Hasil Kinerja Raksasa Teknologi Mengecewakan
Tekanan jual semakin diperparah oleh penurunan harga saham Samsung Electronics (-5,93%), SK Hynix (-8,45%), dan Hyundai Motor (-3,59%).
Saham Naver juga turun 1,49%, meskipun terdapat rencana investasi sebesar USD 1 miliar dari Nvidia yang dijadwalkan pada Jumat depan langkah yang akan menjadikan Nvidia sebagai pemegang saham terbesar ketiga di perusahaan tersebut.
Sementara itu secara bulanan Kospi catat penurunan indeks cukup signifikan dengan anjlok 16% lebih sepanjang bulan Oktober, dimana investor asing menjadi penjual bersih senilai KRW 19,11 triliun di tengah risiko geopolitik dan kekhawatiran mengenai profitabilitas AI.
Indeks harian Kospi anjlok 3,48% dan ditutup pada level 5.730, demikian untuk indeks Kospi 200 berjangka bulan Desember 2026 ditutup turun 3,80% ke posisi 899,45.







