Rekomendasi Harga Kedelai 3 November 2026

105
kedelai, soymeal, soybean

(Vibiznews – Commodity) Harga kedelai di bursa komoditi berjangka Chicago Board of Trade (CBOT) berakhir anjlok pada hari Senin, 2 November 2026, di level terendah dua setengah bulan. Penutupan Senin adalah data terakhir yang tersedia sebelum sesi hari Selasa.

Harga kedelai berjangka kontrak Januari 2027, yang kini menjadi acuan utama setelah kontrak November memasuki bulan pengiriman, ditutup turun 17½ sen pada 12,16¾ dolar AS per bushel, dari 12,3425 dolar AS pada penutupan Jumat. Kontrak November terakhir diperdagangkan di sekitar 12,04½ dolar AS per bushel. Di pasar turunan, kedelai meal kontrak Desember turun 5,00 dolar AS ke 319,60 dolar AS per short ton, level terendah dua bulan, sementara minyak kedelai Desember turun 82 poin ke 65,08 sen per pon. Penutupan Januari berada di bawah level retracement Fibonacci 68%, dan menembus low intraday 10 pekan di 12,2650 dolar AS yang tercatat pekan lalu.

Faktor utama yang menekan harga adalah aksi jual dana spekulatif dan teknikal, serta pelemahan produk turunan dan minyak mentah. Dana spekulatif menjual bersih sekitar 70.000 kontrak di seluruh kompleks kedelai, mengurangi posisi beli gabungan menjadi 411.500 kontrak, terendah dalam dua bulan namun masih tergolong sangat besar secara historis. Harga minyak mentah WTI turun di bawah 100 dolar AS per barel dan diesel merosot ke level terendah tiga pekan, menekan minyak kedelai yang sudah dalam tren turun dua bulan terakhir. Panen AS sudah 88% selesai, prospek cuaca Amerika Selatan mendukung, dan pasar mengantisipasi USDA menaikkan estimasi hasil panen dalam laporan WASDE November. Data crush September sebesar 199 juta bushel juga sedikit di bawah ekspektasi.

Di sisi lain, permintaan ekspor tetap solid. China membeli 136.000 ton kedelai AS musim 2026/27 pada Senin pagi, sehingga total penjualan terlapor dalam dua hari terakhir mencapai 433.150 ton. Inspeksi ekspor mingguan hanya sedikit di bawah rekor sepanjang masa pada pekan sebelumnya dan lebih dari dua kali lipat level tahun lalu, terutama ke China. Inspeksi sejak awal musim naik 56% dari tahun lalu, jauh di atas proyeksi USDA yang naik 12%. Pembelian China diperkirakan mencapai sekitar 15 hingga 19 juta ton, mendekati target 25 juta ton per tahun. Sinograin juga dijadwalkan melelang 400.000 ton kedelai pada Selasa, setelah lelang sebelumnya hanya terjual sekitar sepertiga dari volume yang ditawarkan.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga kedelai berpotensi masih bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah, seiring tekanan teknikal, likuidasi posisi beli dana spekulatif, dan antisipasi WASDE November. Harga kontrak Januari diperkirakan akan menguji kisaran support terdekat di 12,10 hingga 12,00 dolar AS per bushel, dengan support lanjutan di sekitar 11,80 dolar AS, yaitu low Agustus. Namun, apabila pembelian China berlanjut dan pasar menilai harga sudah jenuh jual, pergerakan harga berpeluang berbalik arah menuju kisaran resistance 12,27 hingga 12,35 dolar AS per bushel, dengan resistance berikutnya di sekitar 12,48 dolar AS.