Rekomendasi Forex Dolar AS 4 November 2026 : Dipengaruhi Hasil Pemilu Midterm AS dan Data Ekonomi

111

(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS ditutup naik pada hari Selasa, 3 November 2026, didukung data lowongan kerja AS yang kuat dan kenaikan imbal hasil Treasury AS di tengah pemilu paruh waktu AS.

Indeks dolar AS ditutup naik 0,15% di dekat level 101,89.

Dolar AS bergerak naik-turun sepanjang hari karena pasar mencermati ketidakpastian kesepakatan AS-Iran dan pemilu paruh waktu AS. Indeks dolar AS sempat turun sekitar 0,17% setelah laporan draf kesepakatan AS-Iran, lalu berbalik naik setelah data JOLTS dirilis. Lowongan kerja JOLTS September naik 333.000 ke 7,523 juta, tertinggi dalam empat bulan dan jauh di atas perkiraan 7,10-7,15 juta. Jumlah pekerja yang berhenti (quits) naik ke 3,36 juta, tertinggi sejak Maret 2025, sedangkan PHK turun ke 1,64 juta, terendah sejak Maret 2025. Pesanan pabrik AS juga lebih baik dari perkiraan.

Imbal hasil Treasury AS naik di seluruh tenor setelah data tersebut, dengan imbal hasil tenor 10 tahun mendekati 4,96% dari sekitar 4,89% pada penutupan sehari sebelumnya. Pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember sekitar 73%.

Hasil pemilu paruh waktu AS masih dalam penghitungan. Pasar mengantisipasi volatilitas karena hasilnya dapat memengaruhi ekspektasi fiskal, tarif, dan imbal hasil obligasi.

Malam nanti akan dirilis pengumuman pendanaan kembali Departemen Keuangan AS (Treasury refunding), dan PMI Jasa ISM Oktober dengan perkiraan 54,8, dari 54,9 pada bulan sebelumnya. Pada hari Kamis BoE diperkirakan menaikkan suku bunga, dan data tenaga kerja AS (Nonfarm Payrolls) Oktober dirilis pada Jumat.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak naik didukung imbal hasil Treasury AS yang kembali naik dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Desember. Jika PMI Jasa ISM terealisir kuat dan hasil pemilu tidak mengubah ekspektasi fiskal secara signifikan, akan menguatkan dolar AS. Namun jika PMI Jasa lemah, harga minyak turun akibat kesepakatan AS-Iran, atau hasil pemilu memicu aksi jual dolar AS, dolar AS dapat terkoreksi. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 101,69-101,50. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 102,01-102,14.