(Vibiznews – Commodity) Harga emas naik pada hari Rabu, 4 November 2026, terdukung pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil Treasury AS setelah Partai Demokrat meraih kemenangan dalam pemilihan paruh waktu AS.
Harga emas spot bergerak naik 2,80% pada $4.040 per ons.
Harga emas berjangka AS kontrak Desember 2026 bergerak naik 2,81% pada $4.051 per ons
Pasar memperkirakan hasil tersebut sebagai faktor yang berpotensi meningkatkan kemungkinan kebuntuan politik di Washington serta membatasi prospek ekspansi fiskal lebih lanjut.
Dolar AS jatuh ke level terendah dalam empat minggu, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS menurun di seluruh tenor, yang meningkatkan daya tarik emas—aset yang tidak memberikan imbal hasil (bunga).
Di sisi lain, ketidakpastian yang terus berlanjut seputar negosiasi AS-Iran masih membayangi prospek geopolitik, mengingat Washington dan Teheran belum mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik di antara mereka.
Para investor juga mengalihkan perhatian pada laporan data ketenagakerjaan sektor non-pertanian (nonfarm payrolls) AS yang akan dirilis hari Jumat, guna mencari petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan Federal Reserve.
Menurut perangkat FedWatch dari CME, pasar saat ini memperkirakan adanya peluang sebesar 79% bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga pada bulan Desember.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat bergerak naik terdukung pelemahan dolar AS dan imbal hasil Treasury AS setelah hasil pemilu midterm AS memenangkan Partai Demokrat.
Harga emas spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $4.087$4.135. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $3.956-$3.873.
Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $4.099-$4.145. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $3.965-$3.880.








