Harga Minyak Mentah Rabu Merosot Terendah Tiga Minggu

108
Inflasi

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah merosot pada hari Rabu, 4 November 2026, mencapai level terendah dalam tiga minggu dan melanjutkan penurunan selama tiga sesi berturut-turut.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS merosot 2,35% pada $93,83 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent merosot 2,58% pada $100,93 per barel.

Volatilitas diperkirakan akan terus berlanjut seiring dengan pemantauan para pedagang terhadap perkembangan kebijakan AS terhadap Iran pasca pemilihan paruh waktu.

Pemilihan midterm AS menghasilkan kemenangan bagi Partai Demokrat yang kini menguasai kedua kamar di Kongres, sebuah kondisi yang berpotensi menghambat agenda legislatif Presiden Trump.

Di sisi lain, Qatar meningkatkan upaya mediasi; juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan bahwa baik AS maupun Iran sedang meninjau proposal baru yang diajukan oleh pihak penengah untuk menjembatani perbedaan di antara keduanya. Namun, kepala keamanan nasional Iran mengisyaratkan melalui unggahan di media sosial bahwa tanggapan dari Washington masih belum memuaskan.

Presiden AS Donald Trump menyampaikan kepada Financial Times pada hari Selasa bahwa Washington tidak memiliki rencana dalam waktu dekat untuk menyerang Iran, meskipun AS sempat melancarkan serangan defensif terhadap Iran awal pekan ini.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergera turun mencermati hasil pemilihan midterm AS yang memenangkan Partai Demokrat. juga masih menantikan hasil negosiasi AS-Iran.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS (kontrak Desember) diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $93,18-$91,96. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $96,39-$98,38.

Harga minyak mentah berjangka Brent (kontrak Januari) diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $99,51-$98,10. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $103,63-$106,34.