Rekomendasi Harga Perak 6 November 2026 : Dapat Tertekan Kenaikan Harga Minyak dan Dolar AS

107

(Vibiznews – Commodity) Harga perak ditutup mixed pada hari Kamis, 5 November 2026, terpicu aksi jual Wall Street, menjelang rilis laporan ketenagakerjaan AS bulan Oktober.

Harga perak spot ditutup turun 0,79% pada $51,81.

Harga perak berjangka AS kontrak Desember 2026 ditutup naik 0,18% pada $52,38.

Emas bertahan di level tinggi sementara perak melemah pada sesi akhir AS karena Wall Street anjlok dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed mereda. Perak sempat naik hingga $53,60 pada awal sesi, namun kenaikan itu terhapus saat aksi jual saham meluas, dengan kisaran harian $51,48-$53,60.

Data ekonomi AS mendukung penurunan imbal hasil. Produktivitas tenaga kerja AS lebih kuat dan tekanan upah mereda, sementara klaim pengangguran awal turun 6.000 ke 189.000, di bawah perkiraan sekitar 196.000. Klaim berkelanjutan naik 23.000 ke 1,718 juta. Dolar AS melemah untuk sesi kedua berturut-turut, dan imbal hasil Treasury turun.

Emas naik sekitar 1,5% ke kisaran $4.121, level tertinggi dalam dua minggu, sehingga rasio emas terhadap perak naik ke sekitar 78,1. Perak tertinggal karena sensitivitasnya terhadap sentimen risiko dan kekhawatiran permintaan industri. Bank Dunia memperkirakan emas bertahan di atas $4.000 hingga 2028, namun memperingatkan koreksi perak bisa lebih dalam.

Bank of England menaikkan suku bunga karena inflasi yang tinggi. Namun pasar masih mempertimbangkan kenaikan suku bunga The Fed pada Desember.

Malam nanti akan dirilis laporan ketenagakerjaan AS (nonfarm payrolls) bulan Oktober, disusul sentimen konsumen awal November dari University of Michigan. Rata-rata upah per jam akan dicermati untuk melihat apakah tekanan upah mereda. Data tenaga kerja yang lebih kuat atau inflasi upah yang bertahan dapat membalik sebagian reli obligasi.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga perak dapat bergerak naik jika data nonfarm payrolls lebih lemah dari perkiraan dan pertumbuhan upah mereda, sehingga imbal hasil dan dolar AS tetap tertekan. Namun jika data tenaga kerja kuat, kenaikan upah bertahan, dan ekspektasi kenaikan suku bunga Desember kembali menguat, harga perak dapat terkoreksi.

Harga perak spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $51,21-$50,49. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $53,06-$54,19.

Harga perak berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $51,50-$50,62. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $53,38-$54,38.