Jelang akhir perdagangan saham hari Selasa (2/02), pergerakan saham PT. Adaro Energy Tbk (ADRO) yang terkoreksi dari penguatan 3 hari berturut sebelumnya awal pekan berhasil rebound kembali meski secara fundamental prospek bisnis masih stagnan di tahun 2016.
Masih lemahnya bisnis batubara dalam negeri membuat ADRO proyeksi produksi batubara tahun ini sulit dinaikkan, perusahaan targetkan produksi sekitar 52–54 juta ton. Selain itu biaya kas batubara milik ADRO juga merosot pasca anjloknya harga minyak mentah .
Untuk pergerakan harga sahamnya pada lantai bursa perdagangan saham Selasa (2/02) saham ADRO dibuka pada level 500 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 515. Hari ini bergerak dalam kisaran 580-500 dengan volume perdagangan saham sudah mencapai 900 ribu lot saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham ADRO kemarin anjlok parah dengan indikator MA masih bergerak naik dan Stochastic bergerak keluar dari jenuh beli.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak datar didukung oleh +DI yang juga bergerak turun, dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya diprediksi rekomendasi trading pekan ini pada target level resistance di level 484 hingga target support di level Rp600.
H Bara/VM/VBN/ Senior Analyst at Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens



