Harga Batubara Rotterdam Turun Tergerus Pelemahan Minyak Mentah

2058

Pada akhir perdagangan Selasa dini hari (02/02), harga batubara Rotterdam turun tergerus harga minyak mentah dunia yang merosot.

Harga minyak mentah ditutup turun hampir 6 persen pada penutupan perdagangan Selasa dinihari (02/02), tertekan buruknya data manufaktur Tiongkok, konsumen energi terbesar di dunia, retreat dari reli empat hari,  sementara harapan pemotongan pasokan dan produksi oleh OPEC dan Rusia juga mulai memudar.
 
Sektor manufaktur Tiongkok mengalami kontraksi, terendah sejak 2012 pada bulan Januari, menambah kekhawatiran tentang permintaan dari negera ekonomi terbesar kedua di dunia ini pada saat pasar sudah terbebani oleh kelebihan pasokan yang besar.
 
Harga minyak mentah berjangka WTI turun $ 2, atau 5,95 persen, pada $ 31,62 per barel. Ini mencapai titik terendah pada $ 31,29 pada awal sesi. Harga minyak mentah berjangka Brent kontrak April turun $ 1,79, atau 4,9 persen, pada $ 34,20 per barel, dan telah turun di terendah $ 33,92. Kontrak Maret Brent, yang berakhir pada hari Jumat, menetap di $ 34,74 per barel.
 
Terkait merosotnya harga minyak tersebut di akhir perdagangan dini hari tadi harga batubara Rotterdam berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak bulan Februari 2016 berada di posisi 44,30 dollar per ton. Harga komoditas tersebut mengalami penurunan sebesar -0,45 dollar atau setara dengan -1,01 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara itu harga batubara kontrak SGX IHS McCloskey Indonesian Sub-Bit FOB Index Futures bulan Februari 2016 ditransaksikan pada posisi 36,50 dollar per ton.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga batubara berjangka Rotterdam pada perdagangan selanjutnya masih akan dipengaruhi oleh kinerja harga minyak mentah. Melemahnya harga komoditas ini diperkirakan akan berlangsung terus akibat permintaan global yang masih sangat lemah dan pelemahan lanjutan harga minyak mentah

Harga batubara berjangka berpotensi mengetes level support pada posisi 42,80 dollar dan support kedua di level 42,30 dollar. Sedangkan level resistance yang akan dites jika terjadi peningkatan harga ada pada posisi 44,80 dollar dan 45,30 dollar.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here