Harga kakao berjangka ICE Futures menguat pada akhir perdagangan Selasa dinihari tadi (02/02). Kenaikan harga kakao berasal dari kekhawatiran tentang cuaca kering di Pantai Gading yang dapat menggangu produksi kakao dan penguatan kurs poundsterling terhadap dollar AS. Kenaikan harga kakao merupakan lompatan terbesar dalam 3,5 tahun.
Faktor bullish untuk pasar kakao adalah kondisi panas dan angin kering yang intens di Pantai Gading produsen kakao terbesar, dimana para petani mengatakan dapat menghambat perkembangan panen mendatang.
Pada penutupan perdagangan pasar uang dinihari tadi, kurs GBPUSD naik 1.33 % pada 1.4431.
Di akhir perdagangan dini hari tadi harga kakao berjangka kontrak Maret 2016 yang merupakan kontrak paling aktif terpantau ditutup dengan membukukan peningkatan. Harga komoditas tersebut ditutup naik tajam sebesar 107 dollar atau 3,88 persen pada posisi 2.868 dollar per ton.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa harga kakao berjangka untuk perdagangan selanjutnya akan bergerak dalam kecenderungan menguat dengan perkiraan masih adanya kekuatiran hambatan produksi di negara-negara produsen kakao.
Untuk perdagangan selanjutnya harga kakao berjangka di ICE Futures New York berpotensi untuk mengetes level resistance pada posisi 2.920 dollar. Jika level resistance tersebut berhasil ditembus level selanjutnya adalah 2.970 dollar. Sedangkan level support yang akan dites jika terjadi koreksi ada pada 2.820 dollar dan 2.770 dollar.
Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang



