Pergerakan dollar AS pada perdagangan sesi Eropa hari ketiga bulan Maret (03/03) masih mixed dimana tarik menarik sentimen terjadi antara keyakinan pasar suku bunga the Fed akan dinaikkan menimbang data tenaga kerja Amerika yang meningkat oleh data ADP dengan penurunan harga minyak mentah oleh lonjakan pasokan minyak negeri tersebut.
Euro yang sempat melemah sejak perdagangan sesi Asia berhasil menguat kembali disupport oleh data penjualan ritel kawasan Euro yang meningkat dari ekspektasi penurunan omset meski datanya dibawah data periode bulan sebelumnya.
Poundsterling yang sempat membayangi penguatan dollar terhadap pair GBPUSD berakhir dalam teritorial negatif oleh 2 data ekonomi Inggris yang berusaha menghambat usaha rally lanjutan pair yang sudah berlangsung dalam 3 hari berturut.
Anjloknya yen hingga sesi Eropa sore ini disebabkan sentimen pasar akan harapan kenaikan suku bunga lanjutan the Fed pasca data tenaga kerja AS yang positif dan dapat mengangkat data NFP hari Jumat nanti.
Indeks dollar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap rival utamanya sejak awal perdagangan sesi Asia hingga sesi Eropa bergerak positif, dan untuk perdagangan sesi malam dollar diperkirakan menerima sentimen positif dari data Unemployment Claims pekan lalu yang diindikasikan menurun atau positif. Namun diwaspadai terjadi koreksi oleh data Service PMI Markit yang diperkirakan menurun.
Untuk pergerakannya di pasar spot terkini, indeks dollar alami peningkatan 0,01% setelah dibuka pada posisi 98,16 dan kini sedang bergerak pada kisaran 98,17.
Joel/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang



