Salah satu anak usaha Astra Group PT United Tractors Tbk (UNTR) yang kinerja keuangannya sering terpangkas oleh omset penjualan alat beratnya, dalam 4 bulan pertama tahun ini omset kembali turun. Merespon pemberitaan turunnya omset perseroan, saham UNTR menutup perdagangan awal pekan masuk zona merah.
Penjualan alat berat UNTR pada bulan Januari hingga bulan April 2016 alami penurunan menjadi 689 unit saja sedangkan tahun sebelumnya periode yang sama mencapai 966 unit alat berat. Namun jika mengintip bisnis batubata dari anak usahanya PT Pamapersada Nusantara j, penjualan batubara selama periode diatas naik mencapai 2,19 juta ton setelah sebelumnya hanya 2 juta ton saja.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham hari Senin (06/06) saham UNTR ditutup pada level 14350 setelah pada pembukaan perdagangan berada pada level 14225. Untuk volume perdagangan saham sudah mencapai 27 ribu lot saham dan pergerakan saham bearishmeski investor asing banyak membeli saham hingga mencapai net buy Rp4 miliar.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham UNTR perdagangan sebelumnya bergerak bearish dengan indikator MA bergerak naik dan stochastic masih konsolidasi di area jenuh beli. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi rekomendasi trading berikutnya pada target level support di level 14225 hingga target resistance di level 16000.
Lens Hu/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang



