GBP/USD Tumbang Ke Kerendahan Baru Tahun 2019

693

(Vibiznews-Forex) Data employment yang kuat gagal mendukung Poundsterling, karena terpukul keras oleh meningkatnya ketakutan mengenai Brexit yang keras, setelah kandidat Perdana Menteri, Johnson dan Hunt berkata bahwa “backstop” Irlandia sudah “mati” dan akan mencari yang baru secara harian, sesuatu yang Uni Eropa tidak ingin lakukan.

Pasangan matauang GBP/USD memperpanjang penurunan sesi sebelumnya dari area 1.2575-80 dan tetap berada pada tekanan jual yang berat untuk sesi kedua berturut-turut pada hari Selasa kemarin. Penurunan ini kekurangan katalisator fundamental yang jelas dan bisa disebabkan satu-satunya karena berhubungan dengan ketidakpastian sehubungan dengan Brexit.

Tekanan “bearish” tetap tidak bisa dirintangi setelah rilis data dari “employment” Inggris yang terbaru yang menunjukkan bahwa upah – baik mengeluarkan maupun memasukkan bonus, mencatat pertumbuhan yang lebih kuat daripada yang diperkirakan. Hal ini ditambah lagi dengan fakta bahwa tingkat pengangguran Inggris stabil pada 3.8%, sebagian besar meng-offset lompatan yang tiba-tiba di dalam jumlah dari orang yang mengklaim benefit yang sehubungan dengan pengangguran.

Data tersebut bisa menghambat prospek untuk  kebijakan pelonggaran yang sudah diambang pintu oleh Bank of England (BoE), khususnya dalam event dari Brexit yang mulus, walaupun hanya sedikit memberikan kegunaan terhadap pergerakan naik GBP atau memperlambat berlanjutnya kerjatuhan kembali ke kerendahan selama beberapa bulan. Sementara itu dolar AS berhasil mendapatkan sebagian daya tarik yang positip dan kemudian menekan pasangan matuang ini.

Secara tehnikal, penurunan selanjutnya akan berhadapan dengan “support” awal di 1.2440 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2400 dan kemudian 1.2370. Sebaliknya kenaikannya akan berhadapan dengan “resistance” awal di 1.2486 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2500 dan kemudian ke 1.2575.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here