EUR/USD Memperpanjang Penurunan Kebawah 1.1100 Dengan USD Membumbung Selama Konferensi Pers Powell

675

(Vibiznews-Forex) Setelah mendekati 1.1130, pasangan EUR/USD berbalik turun lagi dan menembus kerendahan sebelumnya, jatuh tajam ke 1.1063, ke kerendahan selama 2 tahun.

Sebelum keluar pengumuman the Fed dan konferensi pers dari Gubernur Fed Powell, ekonomi zona euro bertumbuh 0.2% pada kuartal kedua, sebagaimana yang telah diperkirakan. Namun, CPI inti meleset dengan angka 0.9% dibandingkan dengan 1%  sebagaimana yang diperkirakan. ADP AS mengatasi yang diperkirakan dengan 156.000, namun pasar terus mengabaikan data menjelang keputusan dari Powell & teman-temannya.

Angka inflasi pendahuluan untuk bulan Juli menunjukkan perlambatan baik di Consumer Price Index (CPI) umum maupun CPI inti. Jerman, Perancis dan Spanyol mengeluarkan angkanya dan tidak mengubah proyeksi. Kedua angka tersebut bertengger disekitar 1% – jauh dari target European Central Bank sebesar 2%.

Dari Amerika Serikat, data ekonomi AS membawa ekspektasi yang lebih tinggi. Laporan ADP Non-Farm Payrolls untuk pekerjaan  sektor swasta muncul dengan angka 156.000 untuk bulan Juli – secara signifikan diatas 102.000 pada bulan Juni. Angka ini membentuk ekspektasi untuk laporan “employment” yang akan keluar pada hari Jumat.

Reaksi terhadap laporan ADP AS relatif tenang dengan pasar fokus kepada event utama pada minggu ini – pemangkasan tingkat bunga yang pertama kali oleh the Fed di dalam lebih dari satu dekade. Gubernur Fed Jerome Powell dan koleganya telah siap untuk mengurangi tingkat bunga sebagai respon terhadap inflasi yang melambat dan ketidakpastian yang tinggi karena ketegangan perdagangan. Pemangkasan tingkat bunga sebesar 25 basis poin sudah dimasukkan dalam perhitungan harga dolar AS, dan investor telah memperhatikan pergerakan yang berikutnya.

Skenario dasar adalah bagi the Fed untuk memberikan signal bahwa pergerakan tersebut adalah hanya “insurance cut” satu event tunggal dan bukan merupakan permulaan dari suatu siklus yang akan ada pemangkasan berikutnya. Dalam hal ini, dolar AS memiliki ruang untuk naik.

“Greenback” naik tiba-tiba setelah banks sentral AS mengumumkan pemangkasan tingkat suku bunga pertama kalinya sejak krisis pada tahun 2008. Kemudian terkoreksi lagi dan lalu melompat selama konferensi pers dari Gubernur Fed Powell. Kunci pemicunya adalah ketika Powell berkata bahwa keputusan untuk memangkas tingkat bunga kali ini berbeda dari permulaan siklus pelonggaran yang dulu. Dia mengatakan bahwa pergerakan ini adalah penyesuaian pada pertengahan siklus.

Analis dari ING mengatakan,”Kami menilai hal ini adalah sebagai pergerakan pencegahan awal untuk membantu ekspansi ekonomi AS terpanjang di dalam rekornya tetap berlangsung. Kemungkinan masih akan ada pelonggaran lagi, namun tidak sebanyak seperti yang dihargai oleh pasar.”

Wall Street tumbang dan imbal hasil Amerika Serikat bergerak naik pada menit-menit terakhir, dengan dolar AS mengalami rally. Pasangan matauang ini tetap berada dibawah tekanan, dengan dolar AS bertahan diketinggian diseluruh area.

 

Pada saat ini EUR/USD sedang diperdagangkan disekitar 1.1048, apabila terus mengalami penurunan akan bertemu dengan “support” awal di 1.1032 yang apabila berhasil ditembus akan lanjut ke 1.1018 dan kemudian “support” terkuat secara psikologis di 1.1000. Sedangkan kenaikannya akan bertemu dengan “resistance” awal di 1.1055 yang apabila berhasil ditembus akan lanjut ke 1.1060 dan kemudian 1.1075.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here