(Vibiznews-Forex) GBP/USD diperdagangkan disekitar 1.2160. Permintaan Perdana Menteri Inggris Johnson untuk meniadakan “backstop” Irlandia di dalam kesepakatan Brexit ditolak oleh Uni Eropa menjelang pertemuan tingkat tinggi.
Para komentator politik melihat surat ini ditunjukkan untuk politik internal – menunjukkan bahwa Johnson sedang berjuang untuk Brexit dan menuduh kekerasan kepala dari Uni Eropa. Pendapat ini diperkuat oleh ketua Tory James Cleverly, bahwa Uni Eropa perlu menunjukkan suatu tingkat ke fleksibilitasan.
Dan Uni Eropa memang tidak menunjukkan flexibilitas – melekat kepada sikap bahwa “backstop” adalah perlu telah dinegosiasikan dengan Inggris untuk periode waktu yang lama.
Dipihak lain, ketegangan memuncak menjelang Federal Reserve merilis risalah pertemuan pada hari Rabu. Publikasi ini mendahului pidato yang paling penting oleh Gubernur Jerome Powell pada hari Jumat. Pasar ingin tahu apakah the Fed berniat memangkas tingkat suku bunga pada bulan September sebagai akibat dari meningkatnya perang dagang dan ketakutan akan resesi – atau bertahan terhadap pendekatan tunggu dan lihat.
Presiden Donald Trump telah meminta the Fed untuk memangkas tingkat suku bunga sebanyak 100 bps – empat kali dari standard. Namun, Eric Rosengren, Presiden Federal Reserve dari cabang Boston melihat tidak ada keperluan untuk memangkas tingkat suku bunga.
Spekulasi mengenai Brexit dan the Fed akan terus mendominasi perdagangan hari ini. Gambaran keseluruhan bagi pasangan matauang ini adalah memburuk.
Secara tehnikal, “support” awal menunggu di 1.2080 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2040 dan 1.2015. Sedangkan “resistance” awal menunggu di 1.2175 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2210 dan kemudian 1.2250.
Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting
Editor: Asido