(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Korea Selatan tidak mampu melanjutkan pergerakan rally awal sesi hari Selasa (7/7/2020) yang sempat menanjak ke posisi tertinggi 1 bulan. Setelah mencapai posisi tinggi tersebut, indeks Kospi alami profit taking merespon perkembangan peningkatan kasus baru covid-19 dan juga data ekonomi Korsel yang lemah.
Sentimen investor menurun di seluruh perdagangan Asia karena kekhawatiran atas tingkat infeksi coronavirus, dengan Korea Selatan sendiri menambahkan 44 infeksi baru pada hari Senin. Di sisi data ekonomi, surplus neraca transaksi berjalan Korea Selatan menyempit menjadi USD 2,29 miliar pada Mei 2020 dari USD 5,18 miliar pada bulan yang sama tahun sebelumnya, dengan ekspor anjlok 23,6 persen dalam setahun, sementara impor turun 21% selama periode tersebut.
Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) ditutup turun 32,76 poin atau 1,09% ke posisi 2164,17 setelah naik 1,65% di sesi sebelumnya. Demikian untuk indeks Kospi200 berjangka anjlok 3,85 poin atau 1,32% ke posisi 286.77, setelah sempat turun ke posisi rendah di 286.76 dan naik ke posisi tertinggi 292.98.
Tekanan profit taking di bursa Korsel hari ini paling nbanyak dirasakan oleh saham-saham kapital besar seperti saham Samsung Electronics anjlok 2,91 persen meskipun laporan panduan pendapatan kuartal kedua luar biasa. Demikian saham SK hynix turun 1,40 persen dan saham Hyundai Motor turun 2,27 persen.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



