(Vibiznews – Indeks) – Perdagangan saham di bursa Jepang hari Selasa (7/7/2020) alami profit taking dari posisi bullish selama 3 hari berturut. Indeks Nikkei retreat dari posisi tertinggi 2 pekan meskipun posisi mata uang yen Jepang sedang lemah terhadap dolar AS yang biasanya angkat saham eksportir.
Profit taking harga saham di busa Jepang dipicu oleh kekecewaan data pengeluaran rumah tangga Jepang yang anjlok 16,2 persen dari tahun sebelumnya pada Mei 2020, dibandingkan dengan ekspektasi penurunan 12,2 persen, membukukan penurunan kedelapan berturut-turut dan penurunan tertajam dalam sepanjang sejarah.
Sementara itu, sentimen pasar diberatkan oleh berita kondisi banjir dan longsor di beberapa tempat yang melumpuhkan kegiatan ekonomi setempat. Kedua sentimen ini yang memangkas posisi Nikkei yang sempat naik lebih tinggi dari penutupan sebelumnya awal sesi.
Indeks Nikkei ditutup turun 0,44 persen atau 99,75 poin menjadi 22.614,69 sementara itu indeks Topix turun 0,34 persen atau 5,44 poin menjadi 1.571,71. Namun untuk indeks Nikkei berjangka bulan September 2020 kini sedang bergerak negatif dengan turun 80 poin atau 0,35% ke posisi 22.460.
Melihat pergerakan saham secara sektoral, saham Toyota anjlok 1,29 persen dan Mazda turun 3,64 persen setelah bencana banjir dan longsor memaksa produsen mobil untuk menutup pabrik Jepang barat mereka sementara waktu. Namun terjadi pergerakan sebaliknya pada saham operator Uniqlo Fast Retailing kehilangan 1,53 persen.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



