(Vibiznews – Commodity) – Harga kedelai naik pada penutupan hari Selasa, setelah libur panjang karena adanya peningkatan ekspor ke Cina dan Philipina.
Harga kedelai Nopember di CBOT ditutup naik 5 sen menjadi $9.73 per bushel, harga soymeal Oktober turun $2.70 menjadi $309.40 per ton, dan harga minyak kedelai naik 50 sen menjadi $33.27.
USDA melaporkan penjualan ekspor besar ke Cina yang pertama 400,000 MT dan berikut 264,000 MT untuk persediaan baru dan 175,000 ton soybean meal dijual ke Philipina
Laporan pengiriman ekspor mingguan untuk kedelai sebesar 1.295 MMT sampai 3 September. Pembagiaannya 830,200 MT untuk persediaan lama dan 465,262 MT untuk persediaan baru.
Laporan mingguan pertumbuhan tanaman 20% tanaman sudah rontok daunnya dibanding rata-rata 5 tahun sebesar 16%.
IHS Markit menurunkan perkiraan hasil panen kedelai AS di 2020 sebesar 0.04 bpa menjadi 52.1 bpa. Perkiraan laporan panen pada hari Jumat sebesar 51.8 pa, menurunkan produksi 133.2 mbu menjadi 4.292 milyard bushel. Perkiraan persediaan di 2020/21 sebesar 464 mbu.
Safras melaporkan perkiraan panen Brazil 2020/21 sebesar 132.17 MT dibanding 131.7 MMT di bulan Juli. Import kedelai Cina dari Brazil sebesar 9.6 MMT dibulan Agustus turun 4.8% dari bulan Juli.
USDA melaporkan bahwa produksi kedelai di Cina sebesar 18 MMT pada 2020/21, kedelai yang digiling 93 MMT membuat impor kedelai akan naik 4.4% menjadi 95 MMT.
Analisa tehnikal untuk kedelai dengan support di $9.52 dan $9.43 sedangkan resistant di $9.76 dan berikut ke $9.80.
Loni T / Analyst Vibiz Learning Centre – Vibiz Consulting Group
Editor : Asido



