(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah dunia jenis Brent bangkit dari posisi terendah dalam 5 pekan pada perdagangan komoditas internasional sesi Asia hari Kamis (28/5/2026).
Harga minyak mentah Brent berjangka naik mendekati $96 per barel karena negosiasi antara AS dan Iran tetap buntu atas beberapa isu kunci yang terkait dengan pengakhiran konflik.
Di antara hambatan utama adalah tuntutan Teheran untuk mempertahankan kendali atas Selat Hormuz dan melestarikan program nuklirnya.
Presiden Donald Trump juga menegaskan kembali bahwa Washington tidak akan menerima apa yang ia sebut sebagai kesepakatan yang buruk, sambil menolak setiap pencabutan sanksi meskipun Iran menyerukan penghentian serangan dan konsesi ekonomi.
Sementara itu, televisi pemerintah Iran melaporkan adanya draf perjanjian tidak resmi yang bertujuan untuk menghentikan perang, meskipun Gedung Putih menolak klaim tersebut sebagai sebuah rekayasa sepenuhnya.
Meskipun demikian, harga minyak tetap berada di jalur penurunan mingguan kedua berturut-turut di tengah harapan bahwa kedua pihak pada akhirnya dapat mengamankan perjanjian perdamaian dan membuka kembali Selat Hormuz.
Kini harga spot minyak Brent berada di posisi $95,88 atau naik 1,69%, demikian untuk kontrak berjangka bulan Agustus 2026 yang paling banyak diperdagangkan naik 1,80% menjadi $93,90 per barel.
Untuk harga spot minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 1,76% menjadi $90,24 per barel.
Untuk pergerakan selanjutnya harga minyak mentah jenis Brent berjangka akan bertemu kisaran resisten di 96,10 – 100,80 dan support di 92,20 – 89,80.



