Gejolak Bursa Saham dan Distribusi Vaksin — Global Market Outlook, 1-5 February 2021 by Alfred Pakasi

927

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Pasar mencermati gejolak bursa saham, dengan restriksi saham GameStop oleh beberapa broker untuk melindungi para hedge fund besar yang posisi short-nya terpukul kenaikan saham GameStop sampai lebih dari 1,700% di Januari akibat pembelian para retail trader di Reddit.
  • Kekhawatiran pasar atas lambatnya distribusi vaksin dengan adanya penundaan dari Pfizer/BioNTech dan AstraZeneca ditengah meningkatnya kasus virus corona.
  • Program stimulus fiskal AS senilai $1.9 triliun mengalami hambatan dari Republikan dengan Demokrat mengancam akan berjalan sendiri.

Untuk korban virus, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 102.6 juta orang terinfeksi di dunia dan 2.2 juta orang meninggal, dan menyebar ke 218 negara dan teritori.

Pasar saham dunia tergelincir, harga emas agak terkoreksi, dan US dollar kembali rebound.

Minggu berikutnya, isyu antara perkembangan pandemi virus corona dan prospek pemulihan ekonomi dunia akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Global Market Review and Outlook 25-29 January 2021.

===

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum rebound sebagai safe haven di tengah ramainya serangan investor retail atas posisi short para hedge fund di bursa saham AS, dimana indeks dolar AS secara mingguan berakhir menguat ke 90.58. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau melemah tipis ke 1.2132. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.2350 dan kemudian 1.2414, sementara support pada 1.2053 dan 1.1800.

Pound sterling minggu lalu terlihat menguat terbatas ke level 1.3689 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.3746 dan kemudian 1.3792, sedangkan support pada 1.3451 dan 1.3134. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir menguat ke level 104.67.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 104.94 dan 105.35, serta support pada 103.08 serta level 101.18. Sementara itu, Aussie dollar terpantau melemah ke level 0.7638. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7820 dan 0.7916, sementara support level di 0.7592 dan 0.7462.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum melemah di antara keraguan investor atas kecepatan distribusi vaksin di Eropa dan AS serta gejolak serbuan beli investor retail yang berlawanan dengan hedge fund. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir melemah tajam ke level 27,663. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 28979 dan 29300, sementara support pada level 27002 dan 26921. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 28,284. Minggu ini akan berada antara level resistance di 30135 dan 31521, sementara support di 27457 dan 27080.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau tergelincir tajam oleh hiruk-pikuk melejitnya saham GameStop yang didukung para investor retail dan restriksi beberapa broker yang membuat bursa volatile. Indeks Dow Jones secara mingguan melemah tajam ke level 29,982.6, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 31121 dan 31272, sementara support di level 29856 dan 29755. Index S&P 500 minggu lalu tergelincir ke level 3,704.8, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 3861 dan 3868, sementara support pada level 3662 dan 3607.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau fluktuatif dan melemah secara mingguan oleh penguatan mata uang dollar di tengah hiruk-pikuk di bursa saham, sehingga harga emas spot secara mingguan terkoreksi ke level $1,847.74 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1917 dan berikut $1959, serta support pada $1802 dan $1764.

 

Mengakhiri bulan pertama di tahun 2021 ini, pasar terpantau fluktuatif di berbagai instrumen investasi. Sebagian investor mungkin menyebutkan bahwa pasar sedang kurang jelas arahnya. Sebagian lagi memandang ini sebagai kesempatan untuk suatu active trading karena dinamika pasar yang lumayan belakangan ini. Tentunya ini semua harus didukung dengan skill dan knowledge yang updated dengan indikator pasar terkini. Bersama vibiznews.com Anda bisa mengembangkan hal-hal tersebut secara optimum. Selamat menuai lebih lagi sukses Anda di tahun ini, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here