Kinerja Subsektor Manufaktur Bergerak Positip, Insentif PPN Bagi Perumahan, Perhatikan Emiten Semen

578

(Vibiznews – IDX Stocks) – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan bahwa beberapa subsektor industri manufaktur di tanah air mencatat performa positif di tengah tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Subsektor ini menjadi penopang angka pertumbuhan industri pengolahan.  Sementara itu secara total industri manufaktur mengalami kontraksi sebesar 2,22 persen pada tahun lalu. Namun, bila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, Agus melihat sudah ada tren positif dan pertumbuhan industri sudah mengalami rebound.

Salah satu subsektor manufaktur yang juga memberikan kontribusi positif pada kuartal IV/2020 adalah industri pendukung bangunan yakni semen. Pada kuartal IV/2020, produksi semen sebesar 18,53 juta ton atau naik 2,91 persen secara kuartalan.

Pengadaan semen dalam negeri pada periode tersebut meningkat sebesar 18,06 juta ton atau 3,11 persen secara kuartalan.

Agus mengatakan, sebagai upaya terus mendorong daya saing sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi nasional, Kemenperin terus mendorong penerapan Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).  Salah satu langkah yang dilakukan terkait program ini adalah dengan menerbitkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 16/2020 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) Produk Farmasi.

Melalui aturan tersebut, tata cara penghitungan nilai TKDN produk farmasi bukan lagi menggunakan metode cost based, tetapi dengan metode processed based. “Peningkatan utilisasi TKDN merupakan kunci utama agar Indonesia dapat menjadi negara yang mandiri di sektor farmasi, khususnya dalam hal produksi bahan baku obat.

Dengan penghitungan TKDN melalui processed based, berarti ada penghargaan atas upaya riset dan pengembangan yang dilakukan oleh pelaku industri farmasi,” paparnya.

Agus juga berharap rumah bebas PPN akan memberikan daya ungkit terhadap industri pendukung sektor properti. Selain itu, manufaktur juga perlu meningkatkan efisiensi. “Jadi ini kesempatan, industri harus siap dan berdaya saing sehingga akan menguntungkan diri sendiri dan juga konsumennya.

Salah satu cara agar lebih efisien adalah penerapan Industri 4.0 dalam proses produksi industri pendukung property seperti semen

Seperti telah diketahui, kebijakan mengenai PPN atas transaksi pembelian rumah baru telah dikeluarkan. Namun Pemerintah meminta kepada para pengembang untuk berfokus pada unit yang sedang dibangun ataupun menghabiskan stock yang ada sehingga insentif keringanan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) hingga akhir Agustus 2021 dapat dinikmati konsumen.

Kebijakan insentif bebas PPN dan diskon PPN yang dijalankan oleh pemerintah menyasar segmen rumah hingga Rp5 miliar. Perinciannya, untuk rumah sampai dengan Rp2 miliar dibebaskan dari PPN atau 0 persen. Sedangkan rumah dengan harga Rp2 miliar hingga Rp5 miliar diberi keringan pembayaran PPN hingga 50 persen.

Kenaikan IHSG sore hari kemarin didukung oleh lima sektor yang dipimpin oleh sektor industri dasar yang melonjak 2.22% kemudian sektor barang-barang konsumsi 2.02% dan sektor manufaktur 1.76 persen.

Saham-saham berikut dari kelompok LQ45 yang mendukung kenaikan indeks industry dasar dan barang-barang konsumsi:

  1. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) (9,60%)
  2. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) (7,87%)
  3. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) (6,78%)

Meskipun ke 3 saham diatas pada sesi I perdagangan hari ini ditutup di zona merah karena aksi ambil untung, tetapi masih dapat dipertimbangkan untuk prospek kedepannya.

Saham SMGR anjlok 1.92% atau 225 poin ke harga Rp.11475 per lembar dari darga penutupannya kemarin di harga Rp.11700 per lembar. Demikian juga dengan sahamHMSP, turun tajam sebesar 2.08% atau 30 poin ke harga Rp.1410, harga penutupannya kemarin sore adalah Rp.1440 per lembar. Dan saham INTP juga anjlok 1.63% atau 225 poin ke harga Rp.13550 per lembar dimana harga penutupannya kemarin sore adalah 13775 per lembar.

Selasti Panjaitan/Vibiznews
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here