Harga Kopi Turun, Perkiraan Hasil Panen Meningkat

1133

(Vibiznews – Commodity) – Harga kopi pada penutupan pasar hari Rabu turun, setelah Rabo Bank memperkirakan bahwa panen kopi Brazil di 2022/23 akan naik

Harga kopi Arabika Desember di ICE New York turun $1.90 (0.92%) menjadi $204 dan harga kopi Robusta di ICE London turun 0.40%.

Harga kopi turun karena Rabo Bank memperkirakan bahwa panen kopi Brazil di 2022/23 akan naik 12% dari tahun lalu menjadi 63.5 juta kantong dari 56.7 juta kantong perkiraan 2021/22 karena dalam siklus panen yang lebih tinggi pada tahun depan.

Harga kopi Arabika turun ke harga terendah 1 ½ minggu pada hari Selasa, karena membaiknya cuaca sehingga hasil kopi Brazil akan meningkat. Kekeringan sudah berkurang dengan hujan yang turun sehingga tingkat kelembaban akan meningkat membuat hasil panen meningkat di tahun 2022/23. Hujan turun di Brazil Somar Meteorologia melaporkan bahwa di Minas Gerais, daerah perkebunan kopi 30% dari seluruh perkebunan kopi di Brazil menerima curah hujan 55.4 mm atau 1 41% dari rata-rata pada minggu lalu. Waktu yang penting saat pohon kopi sedang berbunga dimulai pada bulan lalu dan hujan yang lebat membuat kopi lebih banyak berbunga dan meningkatkan panen kopi.

Ecom Trading mengatakan bahwa hujan turun diatas rata-rata sejak September memberi keuntungan sehingga hasil panen diperkirakan akan naik di 2022/23, karena dalam siklus panen yang lebih tinggi pada tahun depan.

Harga kopi Robusta pada akhir bulan lalu naik ke harga tertinggi 10 tahun karena kekurangan container untuk pengiriman kopi di Vietnam, negara penghasil kopi Robusta terbesar di dunia. Ekspor kopi Vietnam turun setelah Vietnam ‘s General Department of Customs melaporkan bahwa ekspor kopi Vietnam dari Januari – Oktober turun 5.1 % dari tahun lalu menjadi 1.274 MMT.

Kopi Robusta di Vietnam.

Harga kopi robusta Januari turun 0.1% menjadi $2,229 per ton, harga tertinggi kedua dalam 4 ½ tahun dari $2,278 pada minggu lalu.

Pandemi covid 19 telah mengganggu panen kopi di Vietnam sehingga pekerja pemetik buah kopi terjangkit virus sementara yang lain sedang isolasi mandiri setelah bertemu dengan pekerja yang tertular covid tersebut.

Biji baru diperkirakan akan keluar pada pertengahan ke dua Nopember dan para pedagang memperkirakan dengan kekurangan tenaga kerja dan pembatasan perjalanan antara propinsi membuat panen akan tertunda sampai satu minggu.

Selisih harga kopi Maret dan kopi Nopember melebar menjadi $90 naik tinggi dari $26 pada penutupan hari Rabu.

Kekhawatiran akan ekspor terjadi karena biaya pengangkutan mahal dan kekurangan container untuk pengiriman.

Persediaan kopi Global melimpah sehingga menurunkan harga kopi setelah data dari the International Coffee Organization (ICO) memperlihatkan bahwa ekspor kopi global di 2020/21 dari Okt – Sep naik 1.2 % dari tahun lalu menjadi 128.931 juta kantong.

Harga kopi Arabika naik ke harga tertinggi 3 minggu pada hari Rabu karena kekhawatiran kekurangan persediaan setelah The Colombia Federation of Coffee Growers mengurangi perkiraan hasil panen kopi Columbia 2021/22 menjadi 13 juta – 13.5 juta kantong dari perkiraan sebelumnya 14 juta kantong karena hujan turun menghambat panen.

Harga kopi Arabika naik ke harga tertinggi 7 tahun di bulan Juli karena kekeringan dan beku, sehingga mengganggu panen kopi di Brazil. Pada 21 September Conab mengurangi perkiraan hasil panen kopi Arabika Brazil 2021 sebesar 8% sehingga jumlahnya menjadi terendah 12 tahun menjadi 30.7 juta kantong dari perkiraan Mei sebesar 33.4 juta kantong turun 37% dari 48.8 juta kantong di 2020. Menurut Archer Consulting bahwa Brazil hanya memiliki 21 juta kantong untuk ekspor pada tahun depan, penurunan 55% dari tahun lalu karena menurunnya produksi dan persediaan.

The International Coffee Organization (ICO) pada 7 Oktober mengurangi perkiraan surplus kopi global 2020/21 menjadi 2.39 juta kantong dari perkiraan sebelumnya 2.63 juta kantong dan menaikkan konsumsi kopi global menjadi 167.26 juta kantong dari 167.01juta kantong. Pada 30 September ICO melaporkan bahwa ekspor kopi global di bulan Agustus turun 0.1% dari tahun lalu menjadi 10.12 juta kantong sekalipun ekspor kopi global Oktober – Agustus naik 1.9% dari tahun lalu menjadi 118.96 juta kantong.

Persediaan kopi AS sedikit meningkatkan harga kopi. The Green Coffee Association melaporkan pada 15 Oktober bahwa persediaan kopi hijau pada bulan September turun ke 6,02.923 juta kantong, turun 1.8% dari bulan lalu dan turun 5.9% dari tahun lalu. Pada 13 Oktober ekspor kopi hijau di Brazil pada bulan September turun 29.6% dari tahun lalu menjadi 2.75 juta kantong.

Harga kopi akan naik karena perkiraan cuaca La Nina akan melanda daerah ekuator di Pasific. The US Climate Prediction Centre pada bulan lalu mengatakan bahwa Cuaca La Nina akan melanda daerah equator di laut Pacific dan akan berlangsung sampai buan Februari dan bisa memperpanjang kekeringan di Amerika Selatan

Persediaan kopi Arabika 28 Juli naik ke jumlah tertinggi 1 3/4 tahun menjadi 2.190 juta kantong dari jumlah terendah 21 tahun di 5 Oktober di 1.096 juta kantong di Oktober 2020. Persediaan kopi Arabika turun 8 bulan terendah pada hari Rabu Persediaan kopi Arabika dalam pengawasan di ICE pada hari Rabu sebesar 1,830 juta kantong

Persediaan kopi Robusta pada 20 Mei naik ke jumlah tertinggi 4 tahun sebesar 16,017 lot naik dari jumlah terendah 1 tahun terendah di 11,452 lot hari Rabu.

Analisa tehnikal untuk kopi Arabika dengan support pertama di $199 dan berikut ke$195 sedangkan resistant pertama di $206 dan berikut ke $215.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here