(Vibiznews – Commodity) Harga emas turun pada awal perdagangan sesi AS hari Selasa. Metal berharga mengalami tekanan turun karena naiknya yields obligasi pemerintah dan menguatnya indeks dollar AS. Meningkatnya keengganan terhadap resiko di pasar pada awal minggu ini membatasi turunnya metal safe-haven.
Emas berjangka kontrak bulan Februari turun $5.70 ke $1,813.50 per troy ons. Sementara perak Comex bulan Maret naik $0.017 ke $22.935 per ons.
Pasar saham global kebanyakan melemah dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah turun ketika perdagangan sesi New York dimulai, karena meningkatnya keengganan terhadap resiko.
Harga minyak mentah terdorong naik ke ketinggian selama 7 tahun semalam setelah Uni Emirat Arab diserang oleh serangan drone yang mematikan terhadap ibu kotanya. Sementara kerusakan terbatas, serangan oleh pemberontak Houti dari Yaman yang didukung Iran mengingatkan betapa rentannya para produsen minyak terhadap serangan dari drone. Harga minyak mentah berjangka di Nymex naik dan diperdagangkan di sekitar $85.30 per barel. selain itu Korea Utara juga membuat kegaduhan geopolitik dengan menembakkan uji coba misilnya.
Yields obligasi AS juga mengalami kenaikan pada minggu ini. Yield treasury AS 10 tahun naik ke level tertinggi dalam 2 tahun di 1.818%. Para trader dan investor merasa bahwa tekanan inflasi akan bertambah buruk sebelumnya menjadi lebih baik. Kenaikan inflasi adalah positip bagi pasar metal. Sementara itu, indeks dollar AS membuat rebound yang bagus pada hari Selasa, setelah menyentuh kerendahan 2 bulan pada hari Jumat minggu lalu.
“Support” terdekat menunggu di $1,811 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,800 dan kemudian $1,781.
“Resistance” terdekat menunggu di $1,825 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,833 dan kemudian $1,850.
Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting
Editor: Asido


