(Vibiznews-Forex) – Pair USDJPY perdagangan sesi Eropa hari Rabu (2/2/2022) semakin menurun di area support hariannya di tengah kuatnya sentimen perdagangan aset risiko. Yen Jepang menguat untuk sesi keempat berturut-turut yang diuntungkan dari pelemahan dolar terhadap banyak rivalnya.
Dolar AS tertekan setelah seorang pejabat Federal Reserve mendorong kembali spekulasi kenaikan suku bunga 50 bps pada bulan Maret. Sementara itu, diplomat mata uang utama Jepang Masato Kanda mengatakan pelemahan yen memiliki keuntungan dan kerugian bagi perekonomian karena pola ekspor negara yang berubah dan meningkatnya ketergantungan pada impor, menandakan ketidaknyamanan yang meningkat atas pelemahan mata uang.
Yen berada di bawah tekanan karena negara AS mengisyaratkan kesiapan untuk menormalkan pengaturan moneternya, sementara Bank of Japan berjanji untuk mempertahankan kebijakan moneter ultra-longgar untuk mencapai target inflasi 2% bank sentral.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya di pasar uang Eropa menurun perlahan setelah melemah 2 hari di sesi global sebelumnya; terkoreksi dari overbought-nya di level 19 bulan tertingginya yang terpicu ekspektasi the Fed akan agresif di tahun ini.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair USDJPY masih akan tertekan, dan kini pair berada di posisi 114.42 yang akan meluncur terus ke posisi 114.34 – 113.88. Namun jika rebound akan bergerak naik ke posisi 114.815, jika tembus akan mendaki ke resisten kuat di 114.86 – 115.17.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



