Penyebab Melonjaknya Inflasi Harga Bahan Makanan, Review Mingguan Harga Gandum, Kedelai dan Jagung

911

(Vibiznews – Commodity) – Harga biji-bijian mengalami lonjakan yang tinggi sejak 24 Februari invasi Rusia ke Ukraina terutama gandum dan jagung, kedua negara adalah penghasil gandum terbesar di dunia sedangkan untuk harga kedelai sangat volatile pengaruh kenaikan harga dari minyak mentah dan minyak bunga matahari, karena Ukraina adalah penghasil minyak bunga matahari terbesar di dunia.

Rusia dan Ukraina adalah negara eksportir gandum global sebesar 29%. Pengekspor jagung 19% dan pengekspor 80% dari minyak bunga matahari yang bersaing dengan minyak kedelai.

Penutupan pelabuhan Ukraina dan juga tutupnya pelabuhan daerah Laut Hitam membuat distribusi dari biji-bijian Ukraina, Rusia dan daerah Laut Hitam terhambat sehingga persediaan biji-bijian global berkurang menaikkan harga biji-bijian dan membuat inflasi harga bahan makanan meningkat.

Dengan menariknya pergerakan di pasar komoditas sehingga arus masuk dana komoditas global sangat besar tahun ini karena investor mencari keuntungan dari reli logam, gas dan biji-bijian setelah konflik antara produsen komoditas utama Rusia dan Ukraina. Menurut Refinitiv Lipper, dana komoditas menarik arus masuk bersih sebesar $7,9 miliar pada Februari, terbesar sejak Agustus 2020. Pada Januari, mereka menerima $5,3 miliar.

Sementara dana global bond keluar $84.2 milyar bulan lalu sementara dana yang masuk di pasar modal turun 67% dari bulan lalu menjadi $27.7 milyar.

Tingginya tingkat inflasi memukul pasar obligasi dan pasar modal, sehingga investor menyukai menyimpan dananya di pasar komoditas sebagai lindung nilai terhadap kenaikan harga.

Gandum

Harga gandum pada hari Jumat kembali mencapai kenaikan dengan limit harian tertinggi 75 sen dan mencapai harga tertinggi 14 tahun, hari Kamis juga naik 75 sen. Selama seminggu ini harga gandum naik 40%.

Harga gandum Mei di CBOT naik 75 sen (6.61%) menjadi $12.09 per bushel

Harga gandum di Chicago Board of Trade (CBOT) naik 75 sen atau 6.6% mencapai harga tertinggi 14 tahun terbaru.

Harga gandum Maret (spot) di Euronext Futures, Paris mencapai rekor tertinggi baru 401.00 euro per ton. Harga gandum diatas 400 euro untuk pertama kalinya terjadi.

Permintaan dari gandum di pasar fisik tidak terjadi karena pembeli menghadapi kesulitan pengiriman gandum dari daerah Laut Hitam Ukraina menutup pelabuhanya dan Rusia tidak dapat menjual gandumnya akibat sangsi keuangan dari Negara – negara Eropa dan AS, pembeli mencari sumber penghasil gandum lainnya.

Pasar gandum sangat memperhatikan pergerakan dari Invasi Rusia ke Ukraina padahal harga gandum juga mengalami kenaikan karena cuaca yang tidak baik di Ladang gandum AS sehingga diperkirakan hasil gandum AS bisa turun.

Analisa tehnikal untuk gandum dengan suppor pertama $11.68, dan berikut ke $11.44 sedangkan resistant pertama di $12.59 dan berikut ke $12.70

Jagung

Harga jagung Mei di CBOT naik $6.4 (0.87%) menjadi $7.5425 per bushel pada penutupan pasar hari Jumat 4 Maret.

Pergerakan harga jagung naik sampai 15% sejak 24 Februari invasi Rusia ke Ukraina

Harga jagung mencapai rekor harga tertinggi baru, karena kerugian jutaan ton ekspor jagung Ukraina tidak bisa dikirim

Brazil Selatan dan Utara Argentina turun hujan pada akhir minggu, tetapi di Paraguay dan pusat Brazil masih kering

Ekspor dari Ukraina bisa tertunda sampai waktu yang tidak ditentukan sampai invasi Rusia berhenti.

Analisa tehnikal untuk jagung dengan support pertama di $7.16 dan berikut ke $6.74 sedangkan resistant pertama di $7.66 kemudian ke $7.78.

Kedelai

Harga kedelai Mei di CBOT turun 7.25 sen (0.43%) menjadi $16.6050 per bushel, harga soymeal naik $7 (1.54%) menjadi $460.50 per ton, harga minyak kedelai turun $2.01 (2.69%) menjadi $72.80 .

Pergerakan harga kedelai sampai naik 6.37% sejak 24 Februari invasi Rusia ke Ukraina

Harga kedelai turun karena terjadi pengambilan keuntungan di pasar minyak nabati.

Hasil panen Brazil diperkirakan turun sampai 120 – 122 MMT dibanding perkiraan USDA 134 MMT.

Hasil panen Argentina diperkirakan sebesar 42 MMT dibawah perkiraan USDA 45 MMT.

Dengan minyak mentah yang tinggi biasanya digunakan biofuel sebagai bahan bakar substitusi, namun penggunaan biofuel dari biji-bijian dibatasi untuk mengurangi kenaikan inflasi bahan makanan.

Analisa tehnikal untuk kedelai dengan support pertama di $16.55 berikut ke $15.97 sedangkan resistant pertama di $16.99 kemudian ke $17.59

Pengaruh invasi Rusia ke Ukraina dan ditutupnya pelabuhan-pelabuhan di Laut Hitam serta sangsi keuangan kepada Rusia sangat mempengaruhi ekspor biji-bijian terutama gandum

Terjadi penambahan permintaan gandum ke Uni Eropa sehingga ekspor Uni Eropa naik pada minggu ini untuk mengalihkan kesulitan pengiriman dan pembelian gandum dari Rusia dan Ukraina.

Harga bahan makanan dunia tercatat naik 20.7% di bulan Februari dari tahun sebelumnya karena dipimpin oleh kenaikan harga minyak kedelai dan bahan produk susu.

The Food and Agriculture Organizations (FAO) indeks harga bahan makanan kenaikan dari komoditas bahan makanan rata-rata 140.7 point pada bulan lalu dibanding penurunan 135.4 point di bulan Januari.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting