Weekly Review Soft Commodities Coffee, Sugar and Cocoa

593

(Vibiznews – Commodity) – Pada penutupan pasar hari Jumat 1 April 2022, mengakhiri bulan Maret harga soft commodities mixed, Harga kopi Arabika naik ekspor kopi global turun, Harga kopi Robusta turun, harga gula turun mengikuti turunnya harga minyak mentah, harga kakao turun menguatnya indeks dolar AS sehingga terjadi likuidasi di pasar berjangka

Harga kopi pada penutupan pasar hari Jumat mixed dengan harga kopi Arabika naik ke harga tertinggi 3 Minggu, karena persediaan kopi berkurang setelah pada hari Kamis the International Coffee Organization (ICO) mengatakan bahwa ekspor kopi global dari Oktober – Februari turun 0.8% dari tahun lalu menjadi 53.2 juta kantong.

Harga gula pada penutupan pasar hari Jumat turun karena mengikuti penurunan harga minyak mentah yang turun ke harga terendah 2 minggu penurunan harga minyak mentah yang membuat harga etanol turun sehingga pabrik penggilingan tebu pembuatan etanol berkurang, sehingga persediaan gula meningkat.

Harga kakao pada penutupan pasar hari Jumat turun karena menguatnya indeks dolar AS sehingga para trader berjangka melakukan likuidasi. Harga kakao sempat naik ke harga tertinggi 3 minggu pada hari Kamis karena kualitas kakao di khawatirkan menurun.

Adapun penggerak pasar pada minggu ini adalah sebagai berikut :

KOPI
Harga kopi Arabika Mei di ICE New York naik $2 (0.88%) menjadi $228.40 dan harga kopi Robusta di ICE London turun 1.20%

Faktor Penggerak Harga Kopi :

  • Produksi kopi dunia di 2020/21 ( Oktober – September) akan turun 2.1% dari tahun lalu menjadi 167.17 juta kantong menurut ICO.
  • Konsumsi kopi global di 2020/21 naik 3.3% dari tahun lalu menjadi 170.30 juta kantong menurut ICO.
  • Pasar kopi global di 2020/21 akan menjadi defisit –3.13 juta kantong dari surplus 5.97 juta kantong menurut ICO
  • Laporan ICO total ekspor kopi global (Okt – Sep) naik 1.2% dari tahun lalu menjadi 128,931 juta kantong.
  • Perkiraan ekspor kopi Brazil di 2021/22 turun 27% dari tahun lalu menjadi 33.2 juta kantong dari 45.67 juta kantong di 2020/21 karena kekeringan menurut the USDA’s FAS
  • Hasil panen kopi Arabika Brazil di 2022 /23 diperkirakan akan naik 31.8% dari tahun lalu menjadi sebesar 41.1 juta kantong menurut Rabo Bank
  • Colombia National Federation of Coffee Growers melaporkan pada 3 Maret produksi kopi Februari turun 16% dari tahun lalu menjadi 928,000 kantong dan ekspor Februari turun 23% dari tahun lalu menjadi 980 juta kantong
  • Ekspor kopi Robusta Vietnam di 2021 turun 0,2% dari tahun lalu menjadi 1. 61 MMT menurut Vietnam’s General Statistics Office , karena mahalnya biaya pengiriman dan kekurangan container untuk pengiriman membuat ekspor kopi Vietnam turun.

Analisa tehnikal untuk kopi Arabika dengan support pertama di $221, berikut ke $213 sedangkan resistant pertama di $ 231 dan berikut ke $ 236

GULA
Harga gula Mei di ICE New York turun 12 sen (0.62%) menjadi $19.37 dan harga gula Mei di ICE London turun 0.55%.

Faktor Penggerak Pasar Gula:

  • Produksi gula dunia di 2021/22 ( Oktober/ September) akan naik 1% dari tahun lalu menjadi 170.51 MMT dari 170.335 MMT di 2020/21 menurut ISO.
  • Pasar gula dunia di 2021/22 akan defisit –1.93 MMT dari –2. 29 MMT di 2020/21 menurut ISO
  • Produksi gula Brazil, negara produsen gula terbesar di dunia di tahun 2020/21 akan naik 32% dari tahun lalu 39.3 MMT dari 29.8 MMT di 2019/20 menurut CONAB.
  • Persentase tebu yang dijadikan gula naik 46.4% di 2020/21 dari 34.9% di 2019/20 karena turunnya permintaan etanol menurut CONAB.
  • Produksi gula India di 2021/22 diperkirakan naik menjadi 33.3 MMT dari perkiraan Januari 31.5 juta menurut Indian Sugar Mills Association (ISMA)
  • Ekspor gula India di 2021/22 akan mencapai rekor 7.5 MT menurut Indian Sugar Mills Association (ISMA)
  • Produksi gula Thailand 2021/22 dari 7 Desember – 19 Maret sebesar 9.6 MMT dan total hasil panen gula dari 7 Desember sampai 31 Maret sebesar 10 MMT jumlah tertinggi 3 tahun menurut the Thailand Office of Cane and Sugar Board
  • Ekspor gula Thailand diperkirakan sebesar 7 MMT di 2021/22 menurut the Thailand Office of Cane and Sugar Board

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $ 19.20 dan berikut ke $ 18.50 sedangkan resistant pertama di $ 19.60 dan berikut ke $ 20.00

KAKAO
Harga kakao Mei di ICE New York turun $51 (1.92%) menjadi $2.599 per ton dan harga kakao Mei di ICE London turun 1.13%.

Faktor penggerak pasar kakao :

  • Perkiraan produksi kakao dunia di 2021/22 (Oktober – September) akan turun 5.2% dari tahun lalu menjadi 4.995 MMT menurut ICCO
  • Perkiraan produksi kakao yang digiling 2021/22 akan naik 2.6% dari tahun lalu menjadi 5.09 MMT menurut ICCO
  • Perkiraan pasar Kakao global di 2021/22 akan defisit 181,000 MT dari surplus 215,000 MT di 2020/21 menurut ICCO.
  • Pemerintah Ivory Coast melaporkan bahwa persediaan kakao melimpah akumulasi kakao yang dikirim ke pelabuhan sebesar 1,85 MMT pada tanggal 1 Oktober – 27 Maret naik 4.5% dari tahun lalu
  • The Ghana Cocoa Board pada hari Rabu 6 Oktober memperkirakan panen kakao Ghana di 2021/22 sebesar 950,000 MT turun 5.6% dari 1.06 MMT perkiraan panen 2020/21

Analisa tehnikal untuk kakao dengan support pertama di $ 2,590 dan berikut ke $2,540 sedangkan resistant pertama di $2,690 dan berikut ke $2.740

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting