Review Mingguan, Harga Kopi dan Kakao Turun,Hanya Harga Gula Naik Pada Seminggu Ini

781

(Vibiznews – Commodity) – Review Pasar Minggu pertama di bulan Mei, Harga soft commodities di akhir minggu mixed, indeks dolar AS menguat karena kenaikan suku bunga 0.50 point, sehingga harga komoditas turun, namun diimbangi dengan kenaikan harga minyak mentah, tingkat inflasi yang tinggi setelah invasi Rusia ke Ukraina selama 2 bulan

Harga kopi pada penutupan pasar hari Jumat turun dengan harga kopi Arabika turun ke harga terendah 1 ½ bulan, Kekhawatiran bahwa permintaan kopi akan turun, di Cina pandemic covid menyebabkan lockdown di Shanghai dan Beijing sehingga restoran dan kafe ditutup mengurangi permintaan kopi di Cina. Invasi Rusia ke Ukraina membuat berkurangnya ekspor kopi Brazil ke Rusia pada bulan Maret turun 72% dari bulan lalu dan ke Ukraina turun 62% .

Melemahnya kurs real Brazil ke kurs terendah 1 ½ bulan terhadap dolar pada hari Jumat.

Harga gula naik pada penutupan pasar hari Jumat ke harga tertinggi 1 minggu karena kenaikan harga minyak mentah. Kenaikan harga minyak mentah membuat naiknya harga etanol sehingga pabrik penggilingan tebu lebih memilih membuat etanol dari gula sehingga persediaan gula turun.

Harga kakao turun pada penutupan pasar hari Jumat harga kakao di New York turun ke harga terendah 1 ½ minggu dan harga kakao di London turun ke harga terendah 1 ½ bulan. Harga kakao turun karena menguatnya indeks dolar AS ke kurs tertinggi 19 ¼ tahun dan persediaan kakao yang melimpah di Ivory Coast pemerintah Ivory Coast melaporkan petani kakao di Ivory Coast mengirim 2.03 MMT kakao ke pelabuhan dari 1 Oktober sampai 1 Mei naik 0.5% dari tahun lalu.

Adapun penggerak pasar pada minggu ini adalah sebagai berikut :

KOPI
Harga kopi Arabika Juli di ICE New York turun $6.80 (3.13%) menjadi $210.45 dan harga kopi Robusta Jui di ICE London turun 2.48%.

Selama seminggu ini harga kopi Arabika turun 2.4%

Faktor Penggerak Harga Kopi :

  • Produksi kopi dunia di 2020/21 ( Oktober – September) akan turun 2.1% dari tahun lalu menjadi 167.17 juta kantong menurut ICO.
  • Konsumsi kopi global di 2020/21 naik 3.3% dari tahun lalu menjadi 170.30 juta kantong menurut ICO.
  • Pasar kopi global di 2020/21 akan menjadi defisit –3.13 juta kantong dari surplus 5.97 juta kantong menurut ICO
  • Laporan ICO total ekspor kopi global (Okt – Sep) 2020/21 naik 1.2% dari tahun lalu menjadi 128,931 juta kantong.
  • Perkiraan ekspor kopi Brazil di 2021/22 turun 27% dari tahun lalu menjadi 33.2 juta kantong dari 45.67 juta kantong di 2020/21 karena kekeringan menurut the USDA’s FAS
  • Produksi kopi Brazil di 2022 diperkirakan akan naik 16.8% menjadi 55.7 juta kantong
  • Colombia National Federation of Coffee Growers melaporkan produksi kopi Maret turun 13 % dari tahun lalu menjadi 914,000 kantong
  • Ekspor kopi Robusta Vietnam dari Januari sampai April 2022 naik 28.4% dari tahun lalu menjadi 752,000 MT menurut Vietnam’s General Statistics Office
  • Persediaan kopi hijau di AS di bulan Maret 2022 naik 1% dari bulan lalu dan naik 2.5% dari tahun lalu menjadi 5.82 juta kantong

Analisa tehnikal untuk kopi Arabika dengan support pertama di $209 , berikut ke $207 sedangkan resistant pertama di $ 225 dan berikut ke $ 233

GULA
Harga gula Juli di ICE New York naik 38 sen (2.02%) menjadi $19.16 dan harga gula Agustus di ICE London naik 1,72%.

Selama seminggu ini harga gula naik 1.6%.

Faktor Penggerak Pasar Gula:

  • Produksi gula dunia di 2021/22 ( Oktober/ September) akan naik 1% dari tahun lalu menjadi 170.51 MMT dari 170.335 MMT di 2020/21 menurut ISO.
  • Pasar gula dunia di 2021/22 akan defisit –1.93 MMT dari –2. 29 MMT di 2020/21 menurut ISO
  • Persentase tebu yang dijadikan gula naik 46.4% di 2020/21 dari 34.9% di 2019/20 karena turunnya permintaan etanol menurut CONAB.
  • Perkiraan Produksi gula Brazil, negara produsen gula terbesar di dunia di tahun 2022/23 naik 15% dari tahun lalu menjadi 40.3 MMT menurut CONAB.
  • Perkiraan Export Brazil di 2022/23 naik 3.7% dari tahun lalu menjadi 26.6 MMT menurut USDA FAS
  • Produksi gula India di 2021/22 diperkirakan naik menjadi 35 MMT dari 33.3 MMT naik 12.2% dari perkiraan Januari 31.5 juta menurut Indian Sugar Mills Association (ISMA)
  • Ekspor gula India di 2021/22 akan mencapai rekor 9 MMT menurut Indian Sugar Mills Association (ISMA)
  • Produksi gula Thailand 2021/22 dari 7 Desember – 19 Maret sebesar 9.6 MMT dan total hasil panen gula dari 7 Desember sampai 31 Maret sebesar 10 MMT jumlah tertinggi 3 tahun menurut the Thailand Office of Cane and Sugar Board
  • Ekspor gula Thailand diperkirakan sebesar 7 MMT di 2021/22 menurut the Thailand Office of Cane and Sugar Board

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $ 18.50 dan berikut ke $ 17.90 sedangkan resistant pertama di $ 19.30 dan berikut ke $ 19.90

 

KAKAO
Harga kakao Juli di ICE New York turun $19 (0.76%) menjadi $2,492 perton dan harga kakao Juli di ICE London turun 0.61%.

Selama seminggu ini harga kakao di New York turun 4.23%

  • Faktor penggerak pasar kakao :
    Perkiraan produksi kakao dunia di 2021/22 (Oktober – September) akan turun 5.2% dari tahun lalu menjadi 4.995 MMT menurut ICCO
  • Perkiraan produksi kakao yang digiling 2021/22 akan naik 2.6% dari tahun lalu menjadi 5.09 MMT menurut ICCO
  • Perkiraan pasar Kakao global di 2021/22 akan defisit 181,000 MT dari surplus 215,000 MT di 2020/21 menurut ICCO.
  • Pemerintah Ivory Coast melaporkan bahwa persediaan kakao melimpah akumulasi kakao yang dikirim ke pelabuhan sebesar 2.03 MMT pada tanggal 1 Oktober – 1 Mei naik 0.5% dari tahun lalu
  • The Ghana Cocoa Board memperkirakan panen kakao Ghana di 2021/22 sebesar 950,000 MT turun 5.6% dari 1.06 MMT perkiraan panen 2020/21

Analisa tehnikal untuk kakao dengan support pertama di $ 2,490 dan berikut ke $2, 480 sedangkan resistant pertama di $2,580 dan berikut ke $2,640

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting