Rekomendasi Emas 13 Juli 2022: Tertekan Kuatnya USD & Jatuhnya Minyak

1096

(Vibiznews – Commodity) Harga emas tertekan oleh karena kuatnya USD pada awal jam  perdagangan sesi AS sehingga menyentuh ke rendahan selama 8 ½ bulan. Turunnya harga minyak mentah dengan tajam juga membebani harga emas pada hari Selasa.

Pada jam perdagangan selanjutnya, sekalipun masih dalam teritori negatip, harga emas sedikit membaik dengan berkurangnya kekuatan dollar AS.

Pasar keuangan tetap dalam sentimen yang enggan terhadap resiko, namun turunnya yields obligasi pemerintah telah memberikan tekanan temporer terhadap dollar AS menjelang dibukanya bursa saham AS Wall Street. Yields treasury 10 tahun AS sekarang bertengger di sekitar 2.92% setelah pada hari Senin mencapai puncaknya di 3.10%.

Emas berjangka kontrak bulan Agustus turun $0.20 ke $1,733.50 per troy ons. Sementara perak berjangka Comex bulan September turun $0.322 ke $18.805 per ons.

Pasar saham global kebanyakan melemah dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah turun pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai. Minat terhadap resiko dari para trader dan investor tetap tertekan di tengah ketakutan akan resesi dan inflasi. Sementara negara – negara Asia juga berurusan dengan kekuatiran yang baru akan kembali merebaknya Covid.

Hal kunci di luar pasar emas pada hari ini adalah turunnya harga minyak mentah di Nymex dengan tajam dan diperdagangkan di sekitar $94.90 barel per hari. Sementara indeks dollar AS pada awalnya sempat naik menyentuh ketinggian 20 tahun yang baru pada pagi hari.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di $1,721 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,710 dan kemudian $1,700.

“Resistance” terdekat menunggu di $1,743 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,750 dan kemudian $1,771.

Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting

Editor: Asido