Rekomendasi Minyak 18 Januari 2023: Naik karena Ekspektasi Naiknya Permintaan

472

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex pada jam perdagangan sesi AS, hari Selasa naik dan pada jam perdagangan sesi Asia hari Rabu diperdagangkan di sekitar $81.11 per barel.

Kenaikan harga minyak mentah WTI disebabkan terjadi setelah munculnya data ekonomi Cina yang lebih bagus daripada yang diperkirakan dan memberikan gambaran outlook yang optimistik di tengah – tengah pembukaan kembali perbatasan – perbatasan ekonomi internasional.

Data dari Cina menunjukkan membaiknya outlook minyak mentah untuk tahun 2023.

The National Bureau of Statistics Cina menunjukkan bahwa Gross Domestic Product (GDP) Cina untuk kuartal keempat membaik menjadi 2.9%, jauh di atas dari yang diperkirakan 1.6%, sementara itu GDP setahun penuh berada pada 3% dan 2021 di 8.1%.

Sementara itu, melemahnya dollar AS juga mendukung naik harga minyak mentah.

Dolar AS mengalami tekanan jual ditengah turunnya yields obligasi pemerintah setelah keluar rumor dari European Central Bank (ECB). Yields obligasi 10 tahun Itali turun lebih dari 15% dalam sehari, mendorong tingkat bunga obligasi 10 tahun AS ke 3.52% dari ketinggian intraday di 3.58%.

Support & Resistance

Support” terdekat menunggu di $80.70 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $80.00 dan kemudian $79.50. “Resistance” yang terdekat menunggu di $81.46 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $82.51 dan kemudian $83.50.

Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting

Editor: Asido.