(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex pada awal jam perdagangan sesi AS, hari Jumat minggu lalu, tetap berada di bawah tekanan dan diperdagangkan di sekitar $77.92 per barel.
Minyak mentah kehilangan sebagian besar keuntungan yang diperoleh setelah OPEC+ mengumumkan kejutan pemotongan produksi lebih jauh. Ketakutan akan perlambatan ekonomi semakin mendalam dengan para bank sentral utama dunia sedang menyiapkan siklus kenaikan tingkat bunga yang baru untuk menekan inflasi yang keras kepala yang pada gilirannya akan menekan permintaan minyak mentah global.
Bersamaan dengan Federal Reserve AS (the Fed), European Central Bank (ECB) dan Bank of England (BoE) diperkirakan akan menaikkan tingkat bunganya lebih lanjut untuk menekan inflasi yang persisten pada ekonomi negara mereka masing – masing. The Fed dan BoE sangat diperkirakan akan menaikkan tingkat bunga mereka lebih jauh sebesar 25 bps sementara investor terpecah mengenai kecepatan kenaikan tingkat bunga dari ECB apakah akan sebesar 25 bps atau bahkan sebesar 50 bps.
Tidak ada seorangpun yang akan menyanggah kenyataan bahwa pendekatan yang lebih konservatif terhadap kebijakan moneter oleh para bank sentral dunia akan membangkitkan kembali ketakutan mengenai resesi global dengan aktifitas manufaktur akan terpukul secara signifikan.
Penuruan harga minyak mentah WTI dibatasi dengan melemahnya dollar AS. Indeks dollar AS turun 0.13% ke 101.435.
Support & Resistance
Support” terdekat menunggu di $76.36 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $75.61 dan kemudian $74.28. “Resistance” yang terdekat menunggu di $78.44 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $79.76 dan kemudian $80.51.
Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting
Editor: Asido.


