Rekomendasi Minyak 29 Mei 2023: Kenaikan Dibatasi oleh Menguatnya USD

627

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex pada awal jam perdagangan sesi AS, hari Jumat minggu lalu, naik ke $72.90 per barel, namun terus menguatnya dollar AS membatasi kenaikan harga minyak mentah.

Harga minyak mentah WTI stabil pada hari Jumat minggu lalu setelah pada hari – hari sebelumnya jatuh, dengan para trader minyak dibebani oleh pesan yang saling bertolak belakang antara dua anggota OPEC+ yang terbesar.

Wakil PM Rusia Alexander Novak mengatakan bahwa dia tidak berpikir akan diumumkannya pemangkasan volume lebih lanjut.

Sementara beberapa hari sebelumnya, Menteri Minyak Arab Saudi, Prince Abdulaziz bin Salman, sepertinya menunjukkan yang sebaliknya. Pertemuan OPEC+ berikutnya adalah pada tanggal 4 Juni.

Menteri Minyak Arab Saudi memperingatkan para “short-sellers” untuk berawas-awas menjelang pertemuan OPEC+ pada tanggal 4 Juni, dimana mereka akan bisa terpukul seperti yang pernah mereka alami pada bulan April yang baru lalu.

Keluarnya data makro ekonomi AS yang solid pada minggu yang lalu, membuat Federal Reserve AS bisa cenderung menaikkan tingkat bunganya lagi pada bulan Juni. Sebagai akibatnya yields obligasi treasury AS naik, sehingga dollar AS menguat.

Pertumbuhan ekonomi AS per tahun untuk kuartal pertama direvisi naik menjadi 1.3% dari sebelumnya 1.1% dan Initial Jobless Claims untuk minggu yang berakhir pada tanggal 20 Mei muncul di 229.000, jauh lebih rendah dari yang diperkirakan pasar di 245.000.

Biro Sensus AS para hari Jumat mengumumkan bahwa Durable Goods Orders di AS meningkat sebesar 1.1% atau $3.1 miliar pada bulan April menjadi $283 miliar. Angka ini lebih baik daripada yang diperkirakan pasar penurunan sebesar 1%. Sedangkan pada bulan Maret kenaikan sebesar 3.3%. Apabila dikeluarkan angka transportasi, New Orders turun 0.2%. Apabila dikeluarkan angka pertahanan, New Orders turun 0.6%.

Sebagai akibatnya yields obligasi treasury AS terus naik, dengan tingkat bunga untuk benchmark 10 tahun berada di 3.851%, level tertinggi sejak 10 Maret. Hal ini mendorong naik indeks dollar AS. Indeks dollar AS naik menembus 104.00 di 104.155, menyentuh ketinggian baru dalam dua bulan, mengatasi rival-rival utamanya.

Dilain pihak, munculnya data inflasi AS yang lebih panas, sebagaimana dengan yang diukur oleh Personal Consumption Expenditures (PCE) Price Index pada hari Jumat minggu lalu dan komentar dari pejabat the Fed Mester menambah dorongan naik dollar AS.

Bureau of Economic Analysis AS pada hari Jumat melaporkan bahwa inflasi AS pada bulan April yang diukur oleh perubahan di dalam indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE), naik 4.4% per tahun dari sebelumnya pada bulan Maret 4.2%. Angka ini juga lebih tinggi daripada yang diperkirakan pasar 3.9%. Kenaikan di dalam Core PCE Price Index tahunan, yang dipakai oleh Federal Reserve AS di dalam mengukur inflasi, adalah sebesar 4.7%, naik dari 4.6% pada periode yang sama, juga dari yang diperkirakan pasar di 4.6%.

Baru-baru ini, di dalam Presiden Fed Cleveland, Loretta Mester berdiri pada sikapnya yang hawkish dan menegaskan bahwa inflasi terlalu tinggi. Dia akan merevisi proyeksinya mengenai inflasi sambil menekankan bahwa segala sesuatunya sudah siap untuk pertemuan FOMC berikutnya.

Support & Resistance

Support” terdekat menunggu di $72.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $70.45  dan kemudian $69.14 . “Resistance” yang terdekat menunggu di $73.61 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $74.71 dan kemudian $75.74.

Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting

Editor: Asido.