Rekomendasi Minyak 21 Agustus 2023: Turun Secara Basis Mingguan

472

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex pada hari Jumat minggu lalu sempat turun ke bawah $80.00 di sekitar $79.60, sebelum akhirnya terkoreksi naik kembali ke $80.78 per barel, meskipun masih turun secara basis mingguan.

Memulai minggu yang baru pada minggu lalu di $83.05, mengakhiri minggu lalu harga minyak mentah WTI berbalik turun ke $80.78. Penurunan harga minyak mentah WTI selain disebabkan karena naiknya indeks dolar AS juga disebabkan karena meningkatnya kekuatiran akan berkurangnya permintaan karena memburuknya kondisi perekonomian di Cina karena perlambatan ekonomi Cina dan krisis property di Cina.

Bahkan harapan akan stimulus dari Cina sekalipun tidak dapat mengatasi kekuatiran akan memburuknya perekonomian Cina.

Pada hari Rabu, House Price Index (HPI) Cina untuk bulan Juli turun ke – 0.1% dibandingkan dengan bulan sebelumnya 0%. Data ini membangkitkan keprihatinan akan kemungkinan krisis property di Cina, khususnya dengan developer besar Country Garden Holdings berjuang untuk bisa memenuhi obligasi hutangnya.

Kondisi perekonomian Cina yang memburuk menekan harga minyak mentah turun karena Cina adalah konsumen minyak mentah terbesar di dunia.

China Evergrande Group, developer real-estate nomor dua terbesar di Cina, telah mengajukan perlindungan dari para kreditor di pengadilan kebangkrutan Perusahaan di Cina. Hal ini menambah keprihatinan mengenai mendalamnya krisis sektor properti di Cina dan memburuknya kondisi perekonomian di negara Cina yang memaksa para investor untuk mencari tempat perlindungan yang aman di assets safe – haven dolar AS yang pada gilirannya menekan harga minyak mentah WTI turun.

Selain itu, penjualan ritel Cina untuk bulan Juli muncul di 2.5% YoY dibandingkan dengan yang diperkirakan di 4.8% dan sebelumnya di 3.1% dan Industrial Production yang turun ke 3.7% dibandingkan dengan yang diperkirakan 4.5% dan sebelumnya 4.1%.

Sementara itu, indeks dolar AS mengakhiri minggu lalu dengan kenaikan ke 103.282, meskipun pada hari perdagangan terakhir hari Jumat turun 0.18% karena munculnya data ekonomi AS yang bervariasi.

Kenaikan indeks dolar AS secara mingguan disebabkan karena keluarnya risalah pertemuan FOMC the Fed yang hawkish yang menyatakan bahwa para pejabat Federal Reserve prihatin tentang laju inflasi dan mengatakan mungkin lebih banyak kenaikan suku bunga diperlukan di masa depan kecuali jika kondisi berubah.

Support & Resistance 

“Support” terdekat menunggu di $79.63 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $78.08 dan kemudian $77.25. “Resistance” yang terdekat menunggu di $81.81 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $82.64 dan kemudian $83.37.

Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting

Editor: Asido