(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex pada jam perdagangan sesi AS hari Rabu bertahan di sekitar $88.35 per barel, meskipun turun dari ketinggian di sekitar $89.00 karena para penjual ritel menjadi semakin bearish.
Harga minyak mentah WTI naik ke level tertinggi dalam 10 bulan di $89.07 setelah Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) memperkirakan kenaikan dalam hal permintaan terhadap minyak mentah.
OPEC mempertahankan perkiraannya mengenai pertumbuhan yang kuat di dalam permintaan terhadap minyak mentah global pada tahun 2023 dan 2024, meskipun ada tantangan seperti tingkat bunga yang tinggi dan naiknya inflasi.
OPEC memperkirakan di dalam laporan bulanannya bahwa permintaan minyak mentah global akan naik sebanyak 2.25 juta barel per hari pada tahun 2024, naik dari 2.44 juta barel per hari pada tahun 2023.
Selain itu, Energy Information Administration (EIA) memperkirakan bahwa produksi minyak mentah global akan naik dari 99.9 juta barel per hari pada tahun 2022 menjadi 101.2 juta barel per hari pada tahun 2023 dan 102.9 juta barel pada tahun 2024, sementara permintaan global akan naik dari 99.2 juta barel per hari pada tahun 2022, menjadi 101.0 juta barel per hari pada tahun 2023 dan 102.3 juta barel per hari pada tahun 2024.
Data lainnya dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan sebesar 1.174.000 barel di dalam inventori minyak mentah AS untuk minggu yang berakhir pada tanggal 8 September dibandingkan dengan angka dari minggu sebelumnya di – 5.521.000 barel.
Supply yang lebih ketat oleh karena pemangkasan produksi minyak mentah oleh Arab Saudi dan Rusia telah mendorong naik harga minyak mentah WTI pada minggu – minggu belakangan ini.
Support & Resistance
“Support” terdekat menunggu di $88.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $87.60 dan kemudian $86.00. “Resistance” yang terdekat menunggu di $89.06 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $90.00 dan kemudian $90.50.
Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting
Editor: Asido.


