Rekomendasi Minyak Mingguan 23 – 27 Oktober 2023: Terkoreksi Turun Sementara Menunggu Perkembangan di Timur Tengah

663

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex pada jam perdagangan sesi AS hari Jumat minggu lalu terkoreksi turun dan diperdagangkan di $87.10 per barel.

Penurunan harga minyak mentah ke arah $87.00 karena deal dari AS dengan Venezuela pada hari Kamis minggu lalu yang akan bisa menaikkan produksi minyak mentah global.

Amerika Serikat sedang mempertimbangkan untuk membebaskan sanksi atas ekspor minyak mentah Venezuela, yang diperkirakan akan membawa kepada kenaikan produksi minyak mentah yang signifikan di negara – negara OPEC. Venezuela bisa membagi ekspor minyak mentahnya dari tujuan utama satu-satunya sekarang ini yaitu Cina.

Amerika Serikat dilaporkan sedang menyiapkan untuk mengimplementasikan pelonggaran atas sanksi yang berhubungan dengan minyak mentah dan gas dari Venezuela dalam jangka pendek.

Sebelum terkoreksi turun pada penutupan hari perdagangan terakhir sesi AS Jumat minggu lalu, harga minyak mentah WTI sempat naik dan diperdagangkan di sekitar $90.00 pada jam perdagangan sesi Eropa hari Jumat minggu lalu.

Kenaikan harga minyak mentah WTI disebabkan karena resiko yang persisten dari eskalasi konflik Israel dengan Hamas setelah ledakan di sebuah rumah sakit di Jalur Gaza.

Kepala pertahanan Israel Yoav Gallant telah menginstruksikan pasukannya untuk bersiap memasuki Gaza untuk melucuti grup militer Palestina (Hamas). Harga minyak mentah naik karena resiko yang substansial akan intervensi Iran di dalam ketegangan Timur Tengah, yang akan bisa membuat penurunan supply minyak mentah di dalam pasar minyak mentah yang sudah ketat.

Selain itu, pengumuman pengisian kembali cadangan minyak mentah the Strategic Petroleum Reserve (SPR) dari Department of Energy (DOE) AS telah memicu kenaikan outlook harga minyak mentah. DOE kelihatannya Bersiap mengirim enam juta barel untuk periode Desember dan Januari.

Daya tarik harga minyak mentah juga membaik karena adanya petunjuk untuk netral di dalam tingkat bunga oleh ketua Federal Reserve AS Jerome Powell di dalam pidatonya di New York Economic Club. Jerome Powell mendukung tetap mempertahankan tingkat bunga the Fed tidak berubah di 5.25% – 5.50% dengan yields treasury AS berada pada ketinggian beberapa tahun.

Pada minggu lalu, American Petroleum Institute (API) melaporkan stok minyak mentah mingguan untuk minggu yang berakhir pada tanggal 13 Oktober yang menunjukkan penurunan sebesar 4.383.000 dibandingkan dengan kenaikan stok sebesar 12.940.000 pada minggu sebelumnya.

Pada minggu ini, dengan konflik Timur Tengah masih mendominasi sentimen terhadap resiko, laporan – laporan mengenai bisnis global dari Purchasing Manager Index (PMI) zona Eropa dan AS pada hari Selasa akan membuat fokus pasar kembali kepada berita fundamental ditengah keprihatinan mengenai pendaratan yang halus.

Hari Senin the Fed masih dalam periode “blackout” menjelang pertemuan kebijakan bulan November.

Pada hari Rabu, data ekonomi yang akan keluar yang perlu dicatat adalah data New Home Sales dari AS.

Pada hari Kamis, pasar menantikan pengumuman kebijakan dari European Central Bank (ECB) dan perkiraan pendahuluan dari GDP AS kuartal ketiga.

Para trader dan investor juga akan menaruh perhatian terhadap Jobless Claims AS mingguan, Durable Goods AS dan data Pending Home Sales AS pada hari Kamis.

Indeks harga Personal Consumption Expenditure (PCE) AS akan menarik perhatian pasar pada hari Jumat.

Pasar juga menantikan data inventori minyak mentah terbaru pada minggu ini dari American Petroleum Institute (API) pada hari Rabu dan Energy Information Administration (EIA) pada hari Kamis.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di $86.49 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $83.94 dan kemudian $82.48. “Resistance” yang terdekat menunggu di $89.57 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $90.49 dan kemudian $91.94.

Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting

Editor: Asido.