IHSG Jumat Pagi Menguat ke Sekitar 7.208; Bursa Asia Positif Mengikuti Wall Street

360
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat pagi ini (2/2), terpantau menguat 6,214 poin (0,09%) ke level 7.207,910 setelah dibuka naik ke level 7.220,412.

IHSG bergerak sideways di awal pasar, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya menguat mengikuti Wall Street yang semalam berakhir dalam gain dan Dow Jones kembali mencetak rekor baru.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini menguat 0,22% atau 35 poin ke level Rp 15.714, dengan dollar AS di pasar uang Asia mendatar setelah menurun di sesi global sebelumnya; tertahan setelah semalam terkoreksi di tengah naiknya pilihan aset berisiko di bursa saham menjelang rilis tenaga kerja NFP Amerika malam ini.

Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.749, serta terpantau menguat di hari keenamnya, ke level seminggu tertingginya.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 18,716 poin (0,26%) ke level 7.220,412. Sedangkan indeks LQ45 naik 3,606 poin (0,37%) ke level 980,879. Pagi ini IHSG menguat 6,214 poin (0,09%) ke level 7.207,910. Sementara LQ45 terlihat naik 0,38% atau 3,681 poin ke level 980,954.

Tercatat saat ini sebanyak 201 saham naik, 207 saham turun dan 247 saham stagnan.

Sementara itu, bursa Wall Street berakhir semalam bersama menguat dengan Dow Jones kembali mencetak rekor baru menggantikan tekanan jual sehari sebelumnya. Sedangkan, bursa regional pagi ini bias menguat, di antaranya Nikkei yang naik 1,00%, dan Indeks Hang Seng yang menanjak 1,34%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dibuka fluktuatif dalam bias positif, sementara bursa kawasan Asia pagi ini bias menguat mengikuti Wall Street yang semalam berakhir dalam gain.

Berikutnya IHSG kemungkinan agak konsolidatif dalam bias menguat, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.307 dan 7.401. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.103, dan bila tembus ke level 7.047.

 

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group