Sinyal The Fed dan Inflasi AS; Akankah Mendukung Penurunan Suku Bunga The Fed? – Market Mover 11 July 2024

199

(Vibiznews – Market Mover) Pasar perdagangan investasi global masih terus mencermati prospek penurunan suku bunga AS apakah jadi dilakukan tahun ini dan kapan waktu penurunan suku bunga tersebut.

Untuk mendapatkan sinyal kebijakan suku bunga AS apakah akan memangkas suku bunga atau mempertahankan suku bunga, maka minggu ini pasar akan mencermati dua hal penting yang dapat mempengaruhi sentiment pasar untuk arah kebijakan suku bunga AS, yaitu pernyataan ketua The Fed Jerome Powell dan data inflasi AS, baik inflasi harga konsumen bulan Juni maupun inflasi harga produsen bulan Juni.

Sinyal Ketua The Fed, Dovish atau Hawksih?

Pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell sangat menjadi perhatian pasar, karena dari pernyataan yang disampaikan akan disimpulkan apakah pernyataan tersebut memberikan sinyal dovish atau hawkish bagi kebikakan suku bunga.

Powell dalam pidato pertamanya di hadapan Komite Perbankan Senat AS, menyatakan The Fed telah membuat kemajuan besar menuju tujuannya mengalahkan lonjakan inflasi terburuk dalam empat dekade. Powell juga menekankan Inflasi telah mereda secara signifikan dalam dua tahun terakhir, meskipun masih berada di atas target bank sentral sebesar 2%. Powell juga menyatakan pemotongan suku bunga terlambat atau terlalu sedikit dapat melemahkan aktivitas ekonomi dan lapangan kerja.

Namun pernyataan Powell yang mulai dovish tersebut menjadi berhati-hati setelah Powell mengatakan penurunan suku bunga tidak tepat sampai The Fed mendapatkan kepercayaan yang lebih besar terhadap inflasi menuju target inflasi 2%.

Pasarpun memperkirakan peluang sekitar 73% untuk penurunan suku bunga pada bulan September, turun dari 76% pada hari sebelumnya.

Pada pidato kedua Ketua The Fed di hadapan DPR AS pada Rabu, juga memberikan sinyal yang sama seperti hari Selasa bahwa The Fed semakin dekat untuk memangkas suku bunga tetapi ingin melihat penurunan inflasi lebih lanjut.

Powell mengatakan pada hari Rabu bahwa dia belum siap untuk menyimpulkan bahwa inflasi bergerak turun secara berkelanjutan hingga 2% meskipun dia memiliki keyakinan akan hal tersebut.

Data Inflasi AS

Data inflasi AS pekan ini akan dirilis baik inflasi harga konsumen dan juga inflasi harga produsen bulan Juni.

Tren Penurunan Inflasi Harga Konsumen 2024
Tren Penurunan Inflasi Harga Konsumen Bulanan 2024

Inflasi bulan Mei tidak berubah pada 0%, setelah naik 0,3% pada periode sebelumnya dan di bawah perkiraan kenaikan 0,1%.

Inflasi bulanan Juni diindikasikan sedikit meningkat menjadi 0,1%.

Jika dilihat perkiraan pasar selama setahun ke depan, maka terlihat terjadi tren penurunan inflasi harga konsumen, dan akan paling turun tahun ini di bulan September.

Tren Penurunan Inflasi Harga Konsumen Tahunan 2024

Sebelumnya inflasi tahunan bulan Mei melambat menjadi 3,3%, terendah dalam tiga bulan.

Inflasi tahunan bulan Juni diindikasikan menurun menjadi 3,1%.

Jika dilihat perkiraan pasar selama setahun ke depan, maka terlihat terjadi tren penurunan inflasi harga konsumen secara tahunan.

Tren Penurunan Inflasi Harga Konsumen Inti Bulanan 2024

Tingkat inflasi inti AS, tidak termasuk barang-barang yang bergejolak seperti pangan dan energi, juga melambat pada 0,2% di bulan Mei 2024.

Inflasi inti bulanan Juni diindikasikan tetap pada 0,2%.

Jika dilihat perkiraan pasar selama setahun ke depan, maka terlihat terjadi tren penurunan inflasi inti bulanan, dan akan paling turun pada bulan September-Desember 2024.

Tren Penurunan Inflasi Harga Konsumen Inti Tahunan 2024

Tingkat inflasi inti tahunan di AS, yang tidak termasuk barang-barang yang mudah berubah seperti makanan dan energi, pada bulan Mei 2024 turun ke level terendah dalam tiga tahun terakhir sebesar 3,4%.

Inflasi inti tahunan bulan Juni diindikasikan tetap pada 3,4%.

Jika dilihat perkiraan pasar selama setahun ke depan, maka terlihat terjadi tren penurunan inflasi inti tahunan, dan akan paling turun pada bulan September-Desember 2024.

Jika dilihat dari tren keseluruhan inflasi harga konsumen dan inflasi harga konsumen inti maka terlihat tren penurunan inflasi harga konsumen sampai akhir tahun 2024, dimana penurunan terbesar diperkirakan terjadi di bulan September 2024.

Tren Mixed Inflasi Harga Produsen 2024

Inflasi Harga Produsen Bulanan Juni

Inflasi harga produsen, yang merupakan ukuran harga yang diperoleh produsen atas barang dan jasa di pasar terbuka, turun -0,2% pada bulan Mei.

Inflasi harga produsen bulanan Juni diperkirakan meningkat menjadi 0,1%.

Jika dilihat perkiraan pasar selama setahun ke depan, maka terlihat terjadi tren penurunan inflasi harga produsen bulanan Juni, dan akan paling turun tahun ini pada bulan September 2024.

Inflasi Harga Produsen Tahunan Juni

Inflasi harga produsen, yang merupakan ukuran harga yang diperoleh produsen atas barang dan jasa di pasar terbuka, melambat 2,2% secara tahunan pada bulan Mei.

Inflasi harga produsen tahunan bulan Juni diperkirakan meningkat menjadi 2,3%.

Jika dilihat perkiraan pasar selama setahun ke depan, maka terlihat terjadi tren kenaian inflasi harga produsen tahunan Juni dan akan terus meningkat sampai akhir tahun 2024

Inflasi Harga Produsen Inti Bulanan Juni

Untuk inflasi harga produsen inti, yang tidak termasuk pangan, energi dan jasa perdagangan bulanan Mei, tidak berubah pada 0%.

Inflasi harga produsen inti bulanan Juni diperkirakan meningkat menjadi 0,2%.

Jika dilihat perkiraan pasar selama setahun ke depan, maka terlihat terjadi tren kenaikan inflasi harga produsen bulanan Juni, dan akan terus meningkat sampai akhir tahun.

Inflasi Harga Produsen Inti Tahunan Juni

Untuk inflasi harga produsen inti, yang tidak termasuk pangan, energi dan jasa perdagangan secara tahunan bulanan Mei, melambat pada 2,2%.

Inflasi harga produsen inti tahunan Juni diperkirakan meningkat menjadi 2,3%.

Jika dilihat perkiraan pasar selama setahun ke depan, maka terlihat terjadi tren kenaikan inflasi harga produsen bulanan Juni, dan akan terus meningkat sampai akhir tahun.

Untuk inflasi harga produsen terjadi tren mixed, dimana secara bulanan tren inflasi harga produsen juga menurun, dimana penurunan tajam inflasi harga produsen akan terjadi bulan September.

Secara keseluruhan tren inflasi harga konsumen dan inflasi harga produsen terjadi penurunan, dan akan banyak proyeksi yang menyatakan terjadi penurunan tajam bulan September.

Jika terealisir penurunan tajam inflasi harga konsumen dan inflasi harga produsen bulan September, maka diperkirakan penurunan suku bunga The Fed akan terjadi bulan September 2024.

Bagaimanakah pengaruh pernyataan ketua The Fed dan data inflasi AS bagi pasar perdagangan investasi global?

Pasar Forex

Jika kita lihat dari pasar Forex, Dolar AS turun tipis pada hari Rabu sebelum Ketua Federal Reserve Jerome Powell dijadwalkan memberikan kesaksian di depan Kongres untuk hari kedua, setelah sebelumnya pada hari Selasa mengindikasikan bahwa bank sentral AS semakin dekat untuk memangkas suku bunga.

Dolar AS akan mencermati pernyataan Ketua The Fed Powell selanjutnya, yang jika memberikan sentimen hawkish bagi kebijakan suku bunga, akan menguatkan dolar AS.

Sebaliknya jika sinyal dovish yang disampaikan Powell, akan dapat menekan dolar AS.

Namun jika data inflasi harga konsumen dan inflasi harga produsen terealisir turun, akan dapat menekan dolar AS.

Pasar Index

Selanjutnya dari pasar Index, Bursa Wall Street berakhir sebagian besar naik pada hari Selasa, dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 mencatat rekor tertinggi baru sepanjang masa terdukung penguatan saham-saham perbankan dan saham-saham chip dan juga pernyataan dovish ketua Fed Powell. Namun peningkatan imbal hasil Treasury AS membatasi kenaikan bursa Wall Street.

Sedangkan bursa Asia berakhir mixed dan bursa Eropa berakhir naik pada hari Rabu mengikuti penguatan bursa Wall Street dan harapan penurunan suku bunga AS setelah pernyataan dovish ketua The Fed.

Bursa Wall Street kembali akan mencermati pernyataan kedua dari ketua The Fed Jerome Powell, yang jika memberikan sinyal hawkish bagi kebijakan suku bunga AS, akan dapat menekan bursa Wall Street. Sebaliknya jika Powell memberikan sinyal dovish bagi kebijakan suku bunga AS, akan menguatkan bursa Wall Street. Penguatan bursa Wall Street dapat mendorong penguatan bursa Asia dan Eropa.

Namun jika data inflasi harga konsumen dan inflasi harga produsen terealisir turun, akan dapat menguatkan bursa Wall Street dan bursa saham global.

Pasar Komoditas

Dari pasar Komoditas, harga emas naik pada hari Rabu setelah pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell meningkatkan prospek penurunan suku bunga, sementara investor menunggu data inflasi AS untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut.

Sedangkan harga minyak mentah AS naik pada hari Rabu, karena persediaan AS menurun sementara OPEC melihat permintaan yang kuat didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat tahun ini.

Pasar komoditas akan mencermati pernyataan Ketua The Fed Powell selanjutnya, yang jika memberikan sentimen hawkish bagi kebijakan suku bunga, akan menguatkan dolar AS dan menekan harga komoditas. Sebaliknya jika sinyal dovish yang disampaikan Powell, akan dapat menekan dolar AS dan menguatkan harga komoditas seperti emas dan minyak.

Demikian juga jika data inflasi harga konsumen dan inflasi harga produsen terealisir turun, akan dapat menekan dolar AS dan menguatkan harga emas dan minyak.